KH. Ahmad Fakhruddin Murodih Syiar Islam Melalui Safari Subuh Keliling di Depok
- account_circle Aas
- calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
- visibility 39
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DEPOK — Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, KH. Ahmad Fakhruddin Murodih, terus menggalakkan syiar Islam melalui program dakwah berkeliling pada waktu subuh. Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, beliau hadir mengisi kegiatan Subuh Keliling (Subling) yang diselenggarakan di Masjid Jami Arrahman, Tanah Baru, Depok.
Dalam tausiyahnya, KH. Ahmad Fakhruddin menyampaikan kajian mendalam mengenai akar sejarah dan konsep ushul fiqh terkait ibadah salat lima waktu. Mengutip kitab Sullam Al-Munajah Syarah Safinatasshalah karya Syekh Nawawi Al-Bantani, beliau menjelaskan landasan Syar’un Man Qoblana—yakni syariat yang dijalankan oleh para nabi terdahulu sebelum disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW.
Berikut adalah beberapa poin penting materi kajian yang disampaikan:
- Landasan Surah Al-Isra’ Ayat 78: Berdasarkan firman Allah (Aqimis-sholata lidulukis-syamsi...), urutan pelaksanaan salat diawali dari tergelincirnya matahari (waktu zuhur) dan diakhiri pada waktu subuh.
- Sejarah Salat Subuh: Pertama kali didirikan oleh Nabi Adam AS sebanyak dua rakaat sebagai bentuk rasa syukur saat Allah S:WT mengganti kegelapan bumi dengan terbitnya cahaya fajar setelah beliau diturunkan dari surga.
- Sejarah Salat Zuhur Pertama kali dikerjakan oleh Nabi Ibrahim AS sebanyak empat rakaat saat tergelincirnya matahari, tepat ketika Allah SWT memerintahkan penggantian Nabi Ismail AS dengan seekor domba dari surga. Setiap rakaat merupakan ekspresi syukur atas keselamatan sang putra, hilangnya kesedihan, keridhaan Allah, serta kesempatan beribadah.
- Keutamaan Waktu Subuh: KH. Ahmad Fakhruddin menekankan keutamaan waktu Subuh sebagai saat dibukanya pintu-pintu langit hingga tergelincirnya matahari di waktu Zuhur. Beliau juga mengimbau jemaah untuk tidak mengabaikan salat sunah, khususnya salat sunah qobliyah Subuh.
Kegiatan Subuh Keliling ini dihadiri oleh Ketua DKM Masjid Jami Arrahman, Ustadz Salman, jajaran pengburus masjid, para asatidz, serta tokoh masyarakat setempat. Acara diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan dan kemaslahatan umat.
- Penulis: Aas
- Editor: Aas

Saat ini belum ada komentar