Breaking News
light_mode
Beranda » Artikel » Spirit Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membangun Pelayanan Publik

Spirit Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membangun Pelayanan Publik

  • account_circle Ahmad Fakhruddin Murodih
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Ahmad Fakhruddin Murodih
(
Ketua IPARI Kota Depok, Ketua Komisi Dakwah MUI Kota Depok, & Pengasuh PP. Ittihaadus Syubbaan Kota Depok)
Acara: Pembinaan Karakter ASN Pemkot Depok | Rabu, 12 Agustus 2026

لسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الحمن الرحيم

Rasulullah SAW adalah tolok ukur utama dalam kepemimpinan dan tata kelola pelayanan publik. Dalam membangun fondasi pelayanan publik yang kokoh, adil, dan berintegritas, terdapat empat pilar utama keteladanan
Rasulullah SAW yang patut diimplementasikan oleh setiap Aparatur Sipil Negara (ASN):

​1.Mengedepankan Musyawarah dalam Pengambilan Keputusan

​Rasulullah SAW selalu membuka ruang dialog dan menghormati aspirasi bersama sebelum menetapkan kebijakan.

​Tercermin pada Perang Uhud:
Ketika bermusyawarah mengenai strategi menghadapi musuh—apakah bertahan di Madinah atau keluar menyongsong musuh di Uhud—sebagian besar sahabat menginginkan untuk keluar Madinah. Keputusan suara terbanyak tersebut dihormati dan dijalankan oleh Rasulullah SAW.

​2. Mengutamakan Kemaslahatan Umum (Mashlahatul Ammah)

​Kebijakan yang diambil oleh Rasulullah SAW senantiasa mempertimbangkan kesiapan mental, stabilitas publik, serta dampak sosial yang ditimbulkan.

* ​Pertimbangan Renovasi Ka’bah: Rasulullah SAW membatalkan niat awal untuk merenovasi Ka’bah demi menghindari perselisihan dan penolakan, mengingat pemahaman masyarakat saat itu masih baru dalam Islam. Renovasi baru direalisasikan pada masa Sahabat Abdullah bin Zubair RA, saat pemahaman masyarakat telah matang dan siap menerima perubahan.

* ​Sikap Terhadap Fitnah dan Provokasi: Abdullah bin Ubay bin Salul (tokoh munafik) senantiasa memprovokasi masyarakat, menarik 300 prajurit saat Perang Uhud, hingga menyebarkan berita bohong (haditsul ifki) mengenai Sayyidah Aisyah RA dan Sahabat Shafwan bin Mu’aththal RA—yang kemudian dibersihkan nama baiknya langsung oleh Allah SWT melalui QS. An-Nur ayat 11–20.

​Meskipun Sahabat Umar bin Khattab RA mengusulkan eksekusi mati atas pengkhianatan tersebut, Rasulullah SAW menolaknya secara bijak dengan bersabda:
“Apa yang akan dikatakan orang-orang nanti, Umar? Mereka akan menyebut bahwa Muhammad telah membunuh pengikutnya sendiri.”
Sikap ini diambil demi menjaga stabilitas dan kesatuan persaudaraan umat secara luas.

​3. Keteguhan Integritas dan Penolakan terhadap Gratifikasi

​Rasulullah SAW tidak pernah menyalahgunakan wewenang maupun menerima kompromi atau imbalan materi/jabatan yang menyimpang dari prinsip kebenaran.

​Sikap Teguh Rasulullah SAW:
Ketika tokoh-tokoh Quraisy berusaha melobi beliau melalui pamannya dengan tawaran kenikmatan duniawi agar menghentikan misi dakwah dan kepemimpinannya, Rasulullah SAW menegaskan:
“Wahai paman, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku berhenti dari tugas ini, sungguh aku tidak akan pernah menghentikannya sampai Allah memenangkannya atau aku binasa di dalamnya.”

​4. Menjaga Amanah dan Menolak Pengkhianatan

​Rasulullah SAW senantiasa menjunjung tinggi kejujuran dan memegang teguh komitmen, baik kepada kawan maupun lawan. Beliau dilarang oleh Allah SWT untuk berkhianat, bahkan terhadap kelompok yang belum jelas membatalkan perjanjian.

​Pelayanan Tanpa Pandang Bulu:
Saat berada di rumah Sahabat Abu Bakar RA, seorang warga Nasrani datang meminta perlindungan hukum karena hak hartanya dirampas oleh Abu Jahal bin Hisyam. Tanpa membedakan latar belakang agama, Rasulullah SAW langsung mendatangi Abu Jahal untuk mengambil kembali hak warga tersebut dan mengembalikannya kepada pemiliknya.

​Penutup

​Empat pilar di atas—musyawarah, kemaslahatan umum, integritas mutlak, dan keadilan tanpa diskriminasi—merupakan fondasi utama dalam mewujudkan birokrasi yang melayani dan berkarakter. Semoga keteladanan Rasulullah SAW ini dapat menjadi inspirasi dan pedoman moral bagi segenap ASN Kota Depok dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

​Wallahu A’lam bish-shawab.
Semoga bermanfaat.

  • Penulis: Ahmad Fakhruddin Murodih
  • Editor: Aas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IKHTIAR MUI DEPOK DI HARI KEMERDEKAAN: Dari Kemerdekaan Bangsa Menuju Kemandirian Ekonomi Umat

    IKHTIAR MUI DEPOK DI HARI KEMERDEKAAN: Dari Kemerdekaan Bangsa Menuju Kemandirian Ekonomi Umat

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle H. Acep Azhari
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Penulis: H. Acep Azhari (Dirut PINBAS) Hari Kemerdekaan adalah momentum untuk kembali bertanya: sudah sejauh mana umat menikmati kemerdekaan dalam kehidupan ekonominya? Kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga kemampuan untuk berdiri di atas kekuatan sendiri. Karena itu, bagi MUI Kota Depok, semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan ke dalam ikhtiar membangun kemandirian ekonomi umat. Dari […]

  • Ketua Bidang PSBI MUI Kota Depok Jalani Tugas Pengabdian Dosen Internasional di Yala Rajabhat University Thailand

    Ketua Bidang PSBI MUI Kota Depok Jalani Tugas Pengabdian Dosen Internasional di Yala Rajabhat University Thailand

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Andre AS.
    • visibility 58
    • 0Komentar

    DEPOK— Ketua Bidang Pengembangan Seni Budaya Islam (PSBI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, Dr. Ade Yusuf Mujaddid, M.Ag., pada hari ini, Sabtu (22/8/2026), mendapatkan amanah dan tugas mulia untuk melaksanakan program Pengabdian Dosen Internasional di Thailand. Kegiatan bertaraf internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24–25 Agustus 2026** berlokasi di kampus Yala Rajabhat University, Thailand. Program […]

  • Peringati Maulid Nabi SAW, Forum Ketua-Ketua MUI Kecamatan Se-Kota Depok Gelar Silaturahmi di Masjid Jami Daruttaqwa Krukut

    Peringati Maulid Nabi SAW, Forum Ketua-Ketua MUI Kecamatan Se-Kota Depok Gelar Silaturahmi di Masjid Jami Daruttaqwa Krukut

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Andre AS.
    • visibility 33
    • 0Komentar

    DEPOK — Forum Ketua-Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Se-Kota Depok menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung khidmat di Masjid Jami Daruttaqwa, Krukut, Limo, Depok. Agenda ini menjadi momentum penguat tali silaturahmi antara alim ulama, tokoh masyarakat, dan jajaran pemerintah daerah. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, tokoh agama, serta elemen masyarakat. […]

  • Halal Bazar MUI Menjadi Pondasi Depok Halal Festival 2027 photo_camera 1

    Halal Bazar MUI Menjadi Pondasi Depok Halal Festival 2027

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle JiAcep
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Berangkat dari Kesuksesan Bazar MUI, Siap Perkuat Ekosistem Ekonomi Umat di Depok DEPOK — Suksesnya penyelenggaraan Halal Bazar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok menjadi pemicu lahirnya gagasan besar bertajuk Depok Halal Festival 2027. Ajang ini diproyeksikan menjadi gerakan strategis dalam memperkuat struktur ekonomi umat melalui kolaborasi, promosi, dan pemantapan daya saing pelaku usaha produk […]

  • Menag Ajak Umat Islam Verifikasi Arah Kiblat Lewat Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

    Menag Ajak Umat Islam Verifikasi Arah Kiblat Lewat Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Jakarta, MUI Digital — Menteri Agama Republik Indonesia, KH Nasaruddin Umar, mengajak umat Islam di seluruh Indonesia memanfaatkan fenomena astronomi saat Matahari berada tepat di atas Ka’bah untuk melakukan pengecekan ulang arah kiblat. Momentum yang dikenal dalam ilmu falak sebagai Rashdul Qiblat ini menjadi bagian dari pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Menurut Menteri Agama, […]

  • Zuhud Modern: Memegang Dunia di Tangan, Bukan Menyimpannya di Hati

    Zuhud Modern: Memegang Dunia di Tangan, Bukan Menyimpannya di Hati

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Rohmat Rospari
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Oleh: Rohmat Rospari PendahuluanDi era kompetisi global dan kemajuan teknologi digital, standar kesuksesan kerap kali diukur secara kuantitatif: besarnya nominal pendapatan, kepemilikan aset mewah, hingga popularitas di media sosial. Tidak sedikit individu yang mencurahkan seluruh energi dan waktunya demi mengejar kemewahan finansial, namun pada akhirnya kehilangan ketenangan batin (inner peace).Padahal, jauh sebelum era modern ini […]

expand_less