Breaking News
light_mode
Beranda » Artikel » Ulama di Era Digital: Berdakwah Menembus Batas Ruang dan Waktu

Ulama di Era Digital: Berdakwah Menembus Batas Ruang dan Waktu

  • account_circle H. Ali Wartadinata
  • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
  • visibility 105
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk cara masyarakat memperoleh informasi keagamaan. Jika dahulu majelis taklim, masjid, dan mimbar menjadi ruang utama penyampaian dakwah, kini media sosial, website, podcast, hingga kanal video telah menjadi “mimbar baru” yang menjangkau jutaan orang tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Fenomena ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi para ulama. Di satu sisi, dakwah dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas dengan cepat dan efisien. Namun di sisi lain, ruang digital juga dipenuhi informasi yang tidak semuanya benar, bahkan tidak sedikit yang mengandung hoaks, fitnah, ujaran kebencian, serta penyalahgunaan dalil agama untuk kepentingan tertentu. Dalam situasi seperti inilah kehadiran ulama di ruang digital menjadi semakin penting.

Ulama bukan hanya pewaris tugas para nabi (waratsatul anbiya’), tetapi juga penjaga otoritas ilmu dan akhlak dalam kehidupan umat. Karena itu, dakwah digital bukan sekadar memindahkan ceramah ke media sosial, melainkan menghadirkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin melalui konten yang mencerahkan, menenangkan, serta mampu menjawab persoalan masyarakat secara bijaksana.

Media sosial memiliki karakter yang cepat, singkat, dan mudah viral. Karena itu, ulama perlu mampu menyampaikan pesan agama dengan bahasa yang sederhana, argumentatif, dan mudah dipahami tanpa mengurangi kedalaman substansi. Dakwah yang santun, berbasis ilmu, dan mengedepankan hikmah akan lebih mudah diterima dibandingkan narasi yang provokatif atau penuh prasangka.

Selain media sosial, website resmi MUI memiliki posisi yang sangat strategis sebagai pusat rujukan informasi keagamaan yang kredibel. Fatwa, tausiyah, artikel keislaman, hasil kajian, hingga klarifikasi terhadap isu-isu aktual dapat terdokumentasi dengan baik dan mudah diakses oleh masyarakat kapan pun diperlukan. Berbeda dengan media sosial yang bersifat cepat dan sesaat, tulisan di website memiliki nilai dokumentasi, referensi, dan edukasi yang lebih kuat.

Karena itu, budaya menulis di kalangan ulama dan pengurus MUI perlu terus dikembangkan. Tulisan yang baik akan menjadi amal jariyah ilmu yang manfaatnya terus mengalir meskipun penulisnya telah tiada. Sejarah peradaban Islam membuktikan bahwa warisan terbesar para ulama bukan hanya ceramahnya, tetapi juga karya-karya tulis yang terus dipelajari lintas generasi.

Di era digital, setiap artikel yang dipublikasikan di website MUI sesungguhnya dapat menjadi dakwah tanpa batas. Melalui mesin pencari internet, masyarakat dari berbagai daerah bahkan berbagai negara dapat menemukan jawaban atas persoalan keagamaan melalui tulisan tersebut. Inilah bentuk dakwah yang melintasi ruang dan waktu.

Tentu dakwah digital tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara ulama dengan generasi muda yang menguasai teknologi informasi, desain grafis, videografi, pengelolaan media sosial, optimasi mesin pencari (SEO), hingga analisis data digital. Kolaborasi ini akan membuat pesan dakwah tidak hanya benar secara substansi, tetapi juga menarik dalam penyajian dan efektif dalam penyebarannya.

MUI Kota Depok melalui Bidang Informasi, Komunikasi, dan Digital memiliki peran strategis untuk membangun ekosistem dakwah digital yang profesional, terpercaya, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Website resmi MUI Kota Depok dapat menjadi rumah bersama bagi gagasan, fatwa, kajian, dan pemikiran para ulama yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Media sosial MUI juga dapat menjadi sarana komunikasi yang hangat, edukatif, dan responsif terhadap berbagai isu keumatan.

Pada akhirnya, transformasi digital bukanlah ancaman bagi dakwah, melainkan kesempatan besar untuk memperluas manfaat ilmu. Selama teknologi digunakan dengan niat yang lurus, berlandaskan ilmu yang benar, serta mengedepankan akhlak yang mulia, maka media digital akan menjadi wasilah yang sangat efektif dalam menyebarkan nilai-nilai Islam.

Sebagaimana dakwah para ulama dahulu menjangkau umat melalui mimbar, kitab, dan majelis ilmu, maka dakwah ulama masa kini juga harus hadir melalui layar gawai, media sosial, dan website yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern. Sebab, di mana pun umat mencari ilmu, di situlah semestinya ulama hadir memberikan cahaya, petunjuk, dan keteladanan.

“Al-hikmatu dhallatul mu’min”—hikmah adalah milik orang beriman yang harus diambil di mana pun ia menemukannya. Maka, memanfaatkan teknologi digital untuk dakwah adalah bagian dari ikhtiar menghadirkan hikmah di tengah masyarakat yang semakin terhubung oleh dunia digital. Semoga dakwah yang dilakukan melalui ruang digital menjadi jalan hadirnya Islam yang membawa rahmat, kedamaian, dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.

Oleh: H Ali Wartadinata
Ketua Bidang Informasi, Komunikasi, dan Digital MUI Kota Depok

Ulama di Era Digital: Berdakwah Menembus Batas Ruang dan Waktu
  • Penulis: H. Ali Wartadinata
  • Editor: Aas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menag Ajak Umat Islam Verifikasi Arah Kiblat Lewat Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

    Menag Ajak Umat Islam Verifikasi Arah Kiblat Lewat Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Jakarta, MUI Digital — Menteri Agama Republik Indonesia, KH Nasaruddin Umar, mengajak umat Islam di seluruh Indonesia memanfaatkan fenomena astronomi saat Matahari berada tepat di atas Ka’bah untuk melakukan pengecekan ulang arah kiblat. Momentum yang dikenal dalam ilmu falak sebagai Rashdul Qiblat ini menjadi bagian dari pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Menurut Menteri Agama, […]

  • Khutbah Jumat: Bulan Safar, Berkah bagi yang Taat, Sial bagi yang Maksiat

    Khutbah Jumat: Bulan Safar, Berkah bagi yang Taat, Sial bagi yang Maksiat

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Oleh: KH A Muzaini Aziz, Lc., M.A, Sekretaris 2 MUI Kota Tangerang Khutbah I السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي شَرَعَ لَنَا دِيْنًا قَوِيْمًا، وَهَدَانَا إِلَيْهِ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا، وَوَعَدَ مَنْ لَزِمَ الصِّرَاطَ أَجْرًا جَزِيلاً وَتَوَابًا عَظِيمًا، وَتَوَعْدَ مَنْ حَادَ عَنْهُ بِأَنَّ لَهُ عَذَابًا أَلِيمًا. أَشْهَدُ أَنْ لا إلهَ إِلَّا اللهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ […]

  • MUI Kota Depok Resmikan In-House Training Sukmajaya: Dorong Dakwah Digital Hadapi Tantangan AI dan Dinamika Zaman

    MUI Kota Depok Resmikan In-House Training Sukmajaya: Dorong Dakwah Digital Hadapi Tantangan AI dan Dinamika Zaman

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Aas
    • visibility 25
    • 0Komentar

    DEPOK — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok secara resmi membuka kegiatan In-House Training yang diselenggarakan oleh MUI Kecamatan Sukmajaya pada Selasa (16/6/2026). Mengusung tema “Dakwah Digital sebagai Ikhtiar Menjawab Tantangan Zaman,” pelatihan ini digelar untuk memperkuat kapasitas para pengurus dan dai lokal dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk dakwah Islam yang adaptif dan inklusif. Acara […]

  • Menjaga Kerukunan, Merawat Kemaslahatan: Refleksi dan Harapan di Harlah MUI ke-51

    Menjaga Kerukunan, Merawat Kemaslahatan: Refleksi dan Harapan di Harlah MUI ke-51

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Andre Anjarkasih S.
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Oleh: H. Andre Anjarkasih S. (Ketua Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digitalisasi MUI Kota Depok) Menapaki usia ke-51 tahun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus berdiri kokoh sebagai benteng keumatan sekaligus pilar kebangsaan. Sejak awal kelahirannya, MUI secara konsisten menjalankan dua peran strategis yang saling menguatkan: sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shadiqul hukumah (mitra strategis pemerintah).Di […]

  • Selamat Harlah MUI ke 51

    Selamat Harlah MUI ke 51

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Ahmad Fihri
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Refleksi Harlah MUI ke 5126 Juli 2026 Khidmah :Bukan tentang siapa yang paling lama berjalanBukan tentang siapa yang paling sering terlihat di panggung depan Khidmah :tentang melangkah – meski lelah. Tentang bertahan – meski tak mendapat tepuk tangan. Khidmah :tentang ikhlas karena tujuan –bukan selebritas untuk pujian Tetap tegak saat dibenci, tidak tumbang karena dibully […]

  • MUI Kecamatan Sukmajaya Gelar Inhouse Training Dakwah Digital: Tingkatkan Kapasitas Pengurus dan Kemandirian Lembaga photo_camera 1

    MUI Kecamatan Sukmajaya Gelar Inhouse Training Dakwah Digital: Tingkatkan Kapasitas Pengurus dan Kemandirian Lembaga

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Aas
    • visibility 63
    • 0Komentar

    DEPOK — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sukmajaya menggelar kegiatan Inhouse Training bertajuk “Dakwah Digital sebagai Ikhtiar Menjawab Tantangan Zaman”. Kegiatan yang bertepatan dengan libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah ini berlangsung khidmat di Kantor Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Dalam sambutannya, Ketua MUI Kecamatan Sukmajaya, KH. Abdul Qohar, menyampaikan bahwa kegiatan pembekalan ini […]

expand_less