Breaking News
light_mode
Beranda » Artikel » Ulama di Era Digital: Berdakwah Menembus Batas Ruang dan Waktu

Ulama di Era Digital: Berdakwah Menembus Batas Ruang dan Waktu

  • account_circle H. Ali Wartadinata
  • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
  • visibility 239
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk cara masyarakat memperoleh informasi keagamaan. Jika dahulu majelis taklim, masjid, dan mimbar menjadi ruang utama penyampaian dakwah, kini media sosial, website, podcast, hingga kanal video telah menjadi “mimbar baru” yang menjangkau jutaan orang tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Fenomena ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi para ulama. Di satu sisi, dakwah dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas dengan cepat dan efisien. Namun di sisi lain, ruang digital juga dipenuhi informasi yang tidak semuanya benar, bahkan tidak sedikit yang mengandung hoaks, fitnah, ujaran kebencian, serta penyalahgunaan dalil agama untuk kepentingan tertentu. Dalam situasi seperti inilah kehadiran ulama di ruang digital menjadi semakin penting.

Ulama bukan hanya pewaris tugas para nabi (waratsatul anbiya’), tetapi juga penjaga otoritas ilmu dan akhlak dalam kehidupan umat. Karena itu, dakwah digital bukan sekadar memindahkan ceramah ke media sosial, melainkan menghadirkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin melalui konten yang mencerahkan, menenangkan, serta mampu menjawab persoalan masyarakat secara bijaksana.

Media sosial memiliki karakter yang cepat, singkat, dan mudah viral. Karena itu, ulama perlu mampu menyampaikan pesan agama dengan bahasa yang sederhana, argumentatif, dan mudah dipahami tanpa mengurangi kedalaman substansi. Dakwah yang santun, berbasis ilmu, dan mengedepankan hikmah akan lebih mudah diterima dibandingkan narasi yang provokatif atau penuh prasangka.

Selain media sosial, website resmi MUI memiliki posisi yang sangat strategis sebagai pusat rujukan informasi keagamaan yang kredibel. Fatwa, tausiyah, artikel keislaman, hasil kajian, hingga klarifikasi terhadap isu-isu aktual dapat terdokumentasi dengan baik dan mudah diakses oleh masyarakat kapan pun diperlukan. Berbeda dengan media sosial yang bersifat cepat dan sesaat, tulisan di website memiliki nilai dokumentasi, referensi, dan edukasi yang lebih kuat.

Karena itu, budaya menulis di kalangan ulama dan pengurus MUI perlu terus dikembangkan. Tulisan yang baik akan menjadi amal jariyah ilmu yang manfaatnya terus mengalir meskipun penulisnya telah tiada. Sejarah peradaban Islam membuktikan bahwa warisan terbesar para ulama bukan hanya ceramahnya, tetapi juga karya-karya tulis yang terus dipelajari lintas generasi.

Di era digital, setiap artikel yang dipublikasikan di website MUI sesungguhnya dapat menjadi dakwah tanpa batas. Melalui mesin pencari internet, masyarakat dari berbagai daerah bahkan berbagai negara dapat menemukan jawaban atas persoalan keagamaan melalui tulisan tersebut. Inilah bentuk dakwah yang melintasi ruang dan waktu.

Tentu dakwah digital tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara ulama dengan generasi muda yang menguasai teknologi informasi, desain grafis, videografi, pengelolaan media sosial, optimasi mesin pencari (SEO), hingga analisis data digital. Kolaborasi ini akan membuat pesan dakwah tidak hanya benar secara substansi, tetapi juga menarik dalam penyajian dan efektif dalam penyebarannya.

MUI Kota Depok melalui Bidang Informasi, Komunikasi, dan Digital memiliki peran strategis untuk membangun ekosistem dakwah digital yang profesional, terpercaya, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Website resmi MUI Kota Depok dapat menjadi rumah bersama bagi gagasan, fatwa, kajian, dan pemikiran para ulama yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Media sosial MUI juga dapat menjadi sarana komunikasi yang hangat, edukatif, dan responsif terhadap berbagai isu keumatan.

Pada akhirnya, transformasi digital bukanlah ancaman bagi dakwah, melainkan kesempatan besar untuk memperluas manfaat ilmu. Selama teknologi digunakan dengan niat yang lurus, berlandaskan ilmu yang benar, serta mengedepankan akhlak yang mulia, maka media digital akan menjadi wasilah yang sangat efektif dalam menyebarkan nilai-nilai Islam.

Sebagaimana dakwah para ulama dahulu menjangkau umat melalui mimbar, kitab, dan majelis ilmu, maka dakwah ulama masa kini juga harus hadir melalui layar gawai, media sosial, dan website yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern. Sebab, di mana pun umat mencari ilmu, di situlah semestinya ulama hadir memberikan cahaya, petunjuk, dan keteladanan.

“Al-hikmatu dhallatul mu’min”—hikmah adalah milik orang beriman yang harus diambil di mana pun ia menemukannya. Maka, memanfaatkan teknologi digital untuk dakwah adalah bagian dari ikhtiar menghadirkan hikmah di tengah masyarakat yang semakin terhubung oleh dunia digital. Semoga dakwah yang dilakukan melalui ruang digital menjadi jalan hadirnya Islam yang membawa rahmat, kedamaian, dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia.

Oleh: H Ali Wartadinata
Ketua Bidang Informasi, Komunikasi, dan Digital MUI Kota Depok

Ulama di Era Digital: Berdakwah Menembus Batas Ruang dan Waktu
  • Penulis: H. Ali Wartadinata
  • Editor: Aas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MUI Kota Depok Dorong Ulama dan Da’i Kuasai Media Digital untuk Dakwah Kontemporer

    MUI Kota Depok Dorong Ulama dan Da’i Kuasai Media Digital untuk Dakwah Kontemporer

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Aas
    • visibility 265
    • 0Komentar

    DEPOK — Perkembangan teknologi digital yang pesat menuntut para ulama, kiai, ustadz, dan ustadzah untuk beradaptasi dalam menyiarkan ajaran Islam. Dakwah kontemporer melalui media sosial kini menjadi sebuah keharusan agar ruang digital dapat diwarnai dengan konten-konten yang positif dan edukatif. Ketua Komisi Infokomdigi MUI Kota Depok, H. Andre Anjarkasih S., menyampaikan bahwa keberadaan dakwah digital […]

  • Jika Negara Punya DANANTARA, Umat Punya Apa?  “Koperasi PINBAS: Ikhtiar Membangun Kekuatan Modal Ekonomi Umat di Depok”

    Jika Negara Punya DANANTARA, Umat Punya Apa? “Koperasi PINBAS: Ikhtiar Membangun Kekuatan Modal Ekonomi Umat di Depok”

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle JiAcep
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Oleh: H. Acep Azhari (Dirut Pinbas) Indonesia memiliki Danantara sebagai lembaga pengelola investasi strategis negara. Singapura memiliki Temasek sebagai perusahaan investasi yang mengelola portofolio aset secara profesional. Keduanya memberikan satu pelajaran penting: kekuatan ekonomi tidak cukup hanya memiliki pelaku usaha. Kita juga membutuhkan kekuatan modal yang mampu dikelola, dikonsolidasikan dan diarahkan untuk pertumbuhan jangka panjang. […]

  • HARI KE-3 TAKHASSUS TAFSIR PKU MUI KOTA DEPOK MAKIN BERGENGSI, HADIRKAN TGB ZAINUL MAJDI HINGGA BAHAS TAFSIR ILMIAH & PENTASHIHAN MUSHAF

    HARI KE-3 TAKHASSUS TAFSIR PKU MUI KOTA DEPOK MAKIN BERGENGSI, HADIRKAN TGB ZAINUL MAJDI HINGGA BAHAS TAFSIR ILMIAH & PENTASHIHAN MUSHAF

    • calendar_month 9 jam yang lalu
    • account_circle Monang Ganteng
    • visibility 39
    • 0Komentar

    DEPOK, Takhassus Tafsir dan Ilmu Tafsir Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI Kota Depok* yang digelar pada *Rabu, 16 September 2026* berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Memasuki hari ketiga, program ini semakin bergengsi dengan hadirnya narasumber tokoh nasional. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Dakwah MUI Kota Depok ini dimoderatori oleh *Dr. KH. Sya’roni Rofi’i*, Komisi PKU […]

  • MUI Kota Depok Keluarkan Surat Edaran Resmi ke 11 Kecamatan Terkait Himbauan Pelaksanaan Shalat Istisqa’

    MUI Kota Depok Keluarkan Surat Edaran Resmi ke 11 Kecamatan Terkait Himbauan Pelaksanaan Shalat Istisqa’

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Andre AS.
    • visibility 344
    • 0Komentar

    DEPOK — Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok secara resmi mengeluarkan dan mengedarkan surat himbauan pelaksanaan Shalat Istisqa’ (shalat untuk memohon hujan) kepada para Ketua MUI di 11 kecamatan se-Kota Depok. Langkah ini diambil menyusul kondisi cuaca panas ekstrem yang tengah melanda wilayah tersebut. Berdasarkan naskah surat resmi yang diterbitkan pada 08 September […]

  • MUI Kota Depok Ikuti Workshop Literasi Keislaman Digital Di Era AI

    MUI Kota Depok Ikuti Workshop Literasi Keislaman Digital Di Era AI

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Monang
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Jakarta, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok melalui Komisi Informasi dan Komunikasi Digital (Infokomdigi) mengikuti Workshop Amplifikasi Literasi Keislaman Digital Era Artificial Intelligence (AI) di Aula Buya Hamka, MUI Pusat, Jakarta, Rabu (29/7/2026).Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Syiar Zakat, Infak, dan Sedekah untuk Membangun Umat di Era Digital” dan dihadiri pengurus Komisi Infokomdigi MUI kabupaten/kota […]

  • MUI Depok Gelar Seminar Ketahanan Keluarga: Bentengi Generasi Muda di Era Digital dengan Al-Qur’an photo_camera 1

    MUI Depok Gelar Seminar Ketahanan Keluarga: Bentengi Generasi Muda di Era Digital dengan Al-Qur’an

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Aas
    • visibility 151
    • 0Komentar

    DEPOK – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok melalui Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga menggelar seminar edukatif bertajuk “Membentengi Keluarga di Era Digital dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an”. Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus MUI, tokoh masyarakat, pengurus majelis taklim, serta perwakilan organisasi perempuan dari 11 kecamatan se-Kota Depok. Seminar ini digelar sebagai langkah konkret merespons tantangan […]

expand_less