Breaking News
light_mode
Beranda » Artikel » “Di Era Digital, Ulama dan Dai Mewujudkan Dakwah yang Mencerahkan”

“Di Era Digital, Ulama dan Dai Mewujudkan Dakwah yang Mencerahkan”

  • account_circle Andre AS.
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Andre Anjarkasih S.(Ketua Komisi Infokomdigi MUI Kota Depok)

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW senantiasa menjadi momen spiritual yang sakral sekaligus strategis bagi umat Islam. Setiap tahun, jutaan Muslim memperingati kelahiran Rasulullah SAW sebagai wujud penghormatan dan kerinduan mendalam kepada sosok pembawa risalah kebenaran.

Namun, di tengah akselerasi teknologi informasi yang masif, penyampaian pesan keteladanan tersebut menuntut adaptasi yang cepat, tepat, dan nyata.

Saat ini, ruang publik tidak lagi terbatas pada panggung fisik maupun mimbar masjid semata. Ranah digital, melalui platform seperti TikTok, YouTube, Instagram Reels, X, dan beragam media jejaring sosial lainnya, telah bertransformasi menjadi episentrum perjumpaan gagasan, opini, dan informasi masyarakat modern.

Dalam konstelasi inilah peran ulama, dai, dan pencerah keagamaan menjadi sangat krusial untuk hadir, mengedukasi, dan mewarnai lanskap media digital.

Tradisi syiar di atas mimbar dengan menghadirkan ribuan jemaah secara tatap muka tentu tetap memiliki nilai keutamaan serta kehangatan silaturahmi yang tak tergantikan. Kendati demikian, pergeseran pola konsumsi informasi masyarakat, khususnya generasi muda, menuntut penyempurnaan pada metode dakwah konvensional.

Strategi dakwah berbasis digital hadir sebagai akselerator syiar Maulid Nabi. Menyebarkan narasi keteladanan, keagungan akhlak, kepemimpinan rasional, hingga kepedulian sosial Rasulullah SAW melalui konten kreatif berdurasi ringkas, informatif, dan sejuk merupakan sebuah keniscayaan zaman.

Apabila para ulama dan pencerah keagamaan tidak mengambil peran aktif di ruang siber, kekosongan tersebut berisiko diisi oleh narasi provokatif, hingga disinformasi yang merusak moral bangsa.

Kehadiran narasi keagamaan yang moderat (wasathiyah) dan mencerahkan adalah benteng utama dalam menjaga kualitas ekosistem informasi publik.

Pada hakikatnya, teknologi media sosial merupakan sebuah instrumen netral. Ia ibarat pisau bermata dua, keberadaannya tidak memiliki sifat melekat, melainkan sangat bergantung pada komitmen dan niat pengguna yang mengoperasikannya.

Bila dimanfaatkan secara terukur dan penuh kesadaran spiritual, media sosial menjadi sarana dakwah yang sangat efisien. Pesan edukasi akhlak berdurasi satu menit atau tiga menit dapat menjangkau ratusan ribu hingga jutaan jiwa dalam hitungan detik, menembus batas geografis dan demografis secara simultan.

Sebaliknya, tanpa tata kelola niat yang lurus dan literasi yang memadai, media sosial dapat memicu menjadi penyebar perpecahan, hoaks, dan degradasi etika publik.
Oleh karena itu, komitmen untuk menjadikan media sosial sebagai sarana
amar ma’ruf nahi munkar harus diartikulasikan secara konkret. Niat positif yang diwujudkan melalui karya visual bermutu, narasi santun, dan konten edukatif akan mengubah media sosial menjadi ladang keberkahan dan kontribusi nyata bagi peradaban.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan semata. Momentum ini harus ditransformasikan menjadi titik balik kesadaran kolektif bagi seluruh elemen ulama, cendekiawan, dan lembaga keagamaan untuk menguasai teknologi serta komunikasi media.
Melalui konsistensi produksi konten positif dan berbobot, umat Islam tidak hanya melestarikan ajaran Rasulullah SAW, tetapi juga berperan aktif menghadirkan kedamaian di ruang siber.

Mari jadikan momentum Maulid Nabi ini sebagai ungkapan lahirnya gerakan dakwah digital yang kreatif, inklusif, dan menyejukkan bagi seluruh lapisan masyarakat.

  • Penulis: Andre AS.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BNN Kota Depok Gandeng MUI di HANI 2026: Rohmat Rospari Tegaskan Pencegahan Narkoba Dimulai dari Keluarga

    BNN Kota Depok Gandeng MUI di HANI 2026: Rohmat Rospari Tegaskan Pencegahan Narkoba Dimulai dari Keluarga

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Rohmat Rospari
    • visibility 75
    • 0Komentar

    SUKABUMI — Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memberantas bahaya narkotika. Dalam Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang digelar di Pusdiklat BNN Lido, Sukabumi, Kamis (23/7/2026), BNN Kota Depok secara khusus melibatkan perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok. Sebanyak empat pengurus MUI Kota […]

  • Ade Yusuf Mujaddid Ungkap Anugerah Terbesar bagi Hamba Beriman dan Bertaqwa

    Ade Yusuf Mujaddid Ungkap Anugerah Terbesar bagi Hamba Beriman dan Bertaqwa

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Ade Yusuf Mujaddid
    • visibility 42
    • 0Komentar

    DEPOK – Ketua Bidang Seni Budaya Islam MUI Kota Depok, Ade Yusuf Mujaddid, menyampaikan pesan mendalam mengenai besarnya kasih sayang Allah SWT serta puncaknya kenikmatan yang dianugerahkan kepada hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa. Pesan tersebut disampaikannya dalam khotbah Jumat yang dilaksanakan di Masjid Agung Baitul Kamal Pemda Depok. ​Dalam penjelasannya, Ade Yusuf menegaskan bahwa Allah […]

  • Meneguhkan Tauhid atas Rezeki: Dialektika Ikhtiar dan Keyakinan di Era Disrupsi

    Meneguhkan Tauhid atas Rezeki: Dialektika Ikhtiar dan Keyakinan di Era Disrupsi

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Rohmat Rospari
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Oleh: Rohmat Rospari PendahuluanDi tengah dinamika ekonomi global, persaingan dunia kerja yang kian kompetitif, serta tingginya volatilitas kehidupan modern, kecemasan finansial kerap menjadi beban psikologis tersendiri bagi masyarakat. Sebuah pertanyaan eksistensial yang kerap memicu ketegangan mental adalah: Apakah rezeki saya akan mencukupi masa depan? Ironisnya, di era di mana kemajuan teknologi dan akses informasi berada […]

  • Seruan Investasi Akhirat: KH. Fakhruddin Murodih Paparkan Konsep “Jariyah Birokrasi” di Pemda Depok

    Seruan Investasi Akhirat: KH. Fakhruddin Murodih Paparkan Konsep “Jariyah Birokrasi” di Pemda Depok

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Ahmad Fakhruddin Murodih
    • visibility 62
    • 0Komentar

    DEPOK — Investasi akhirat tidak hanya terbatas pada ranah personal, tetapi juga terbuka lebar dalam ranah kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan. Hal tersebut disampaikan oleh KH. Fakhrudin Murodih dalam kajian kultum yang digelar di Masjid Baitul Kamal, Kompleks Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Depok. Dalam pemaparannya, KH. Fakhrudin menekankan pentingnya memanfaatkan kehidupan duniawi yang singkat […]

  • Peran Strategis Ulama Berempati di Era Media Sosial Menjelang HUT ke-81 RI

    Peran Strategis Ulama Berempati di Era Media Sosial Menjelang HUT ke-81 RI

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle muidepok
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Oleh: Andre Anjarkasih S. (Ketua Komisi Infokomdigi MUI Kota Depok) ​Depok, 11 Agustus 2026. Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum krusial untuk merefleksikan kembali perjalanan bangsa di tengah arus zaman yang semakin kompleks. Akselerasi teknologi informasi, transformasi digital, dan derasnya arus globalisasi telah mengubah lanskap sosial masyarakat secara […]

  • Menjemput “Qaulan Tsaqilan”: Rahasia Kata yang Mengguncang Dunia

    Menjemput “Qaulan Tsaqilan”: Rahasia Kata yang Mengguncang Dunia

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Oleh: Dr Paryadi Abdul Ghofar, M.S.I Anggota Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI/Dosen STIS Hidayatullah MUI Digital — Pernahkah kita mendengar atau membaca sebuah kalimat yang seketika membuat bulu kuduk merinding, mengubah cara memandang hidup dalam sekejap, atau bahkan mampu menggerakkan jutaan orang untuk melakukan perubahan besar? Di era digital hari ini, kita kebanjiran kata-kata. Setiap […]

expand_less