Breaking News
light_mode
Beranda » Khutbah Jumat » Seruan Investasi Akhirat: KH. Fakhruddin Murodih Paparkan Konsep “Jariyah Birokrasi” di Pemda Depok

Seruan Investasi Akhirat: KH. Fakhruddin Murodih Paparkan Konsep “Jariyah Birokrasi” di Pemda Depok

  • account_circle Ahmad Fakhruddin Murodih
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • visibility 117
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DEPOK — Investasi akhirat tidak hanya terbatas pada ranah personal, tetapi juga terbuka lebar dalam ranah kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan. Hal tersebut disampaikan oleh KH. Fakhrudin Murodih dalam kajian kultum yang digelar di Masjid Baitul Kamal, Kompleks Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Depok.

Dalam pemaparannya, KH. Fakhrudin menekankan pentingnya memanfaatkan kehidupan duniawi yang singkat untuk menanam kebaikan abadi melalui amal jariyah—sebuah amalan yang pahalanya terus mengalir meski seseorang telah meninggal dunia.

7 Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir

Merujuk pada Kitab Al-Manhaj As-Sawi karya Habib Zein Bin Ibrahim Bin Smith serta Hadis Riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW menegaskan terdapat tujuh amalan utama yang manfaat serta pahalanya tidak terputus setelah kematian:

1. Mengajarkan dan Menyebarkan Ilmu (Man ‘Allama ‘Ilman): Berbagi ilmu bermanfaat, baik yang dilakukan oleh pendidik (guru, dosen, ustaz) maupun aparatur yang membangun sistem dan sarana pendidikan.

2. Mengalirkan Sungai (Au Ajraa Nahran): Membuat atau menghidupkan kembali saluran air, sungai, setu, dan danau untuk kebutuhan irigasi serta sanitasi masyarakat.

3. Menggali Sumur (Au Hafara Bi’ran): Menyediakan fasilitas air bersih, menggali sumur, atau memprogramkan fasilitas PDAM bagi lingkungan yang membutuhkan.

4. Menanam Pohon Produktif (Au Gharasa Nakhelan): Menanam pohon teduh atau berbuah produktif yang manfaatnya dirasakan oleh manusia maupun hewan.

5. Membangun Masjid (Au Banaa Masjidan): Mendirikan atau berpartisipasi aktif dalam pembangunan tempat ibadah.


6. Mewakafkan Mushaf Al-Qur’an (Au Warrasa Mushafan):
Menginfakkan Al-Qur’an untuk dibaca, dihafalkan, dan dipelajari.

7. Mendidik Anak Saleh (Au Waladan Shalihan Tarakahu Yastaghfiru Lahu): Membimbing anak hingga menjadi pribadi taat yang senantiasa mendoakan dan memohonkan ampunan bagi orang tuanya.
Mengoptimalkan “Jariyah Birokrasi” Melalui Kebijakan Publik

Lebih lanjut, KH. Fakhrudin menjelaskan relevansi kaidah usul fiqh:
Lil Wasail Hukmul Maqosid
(Sarana atau media yang membawa pada suatu kebaikan memiliki bobot nilai dan hukum yang sama dengan tujuan kebaikan itu sendiri). Kaidah ini menjadi dasar atas peluang besar yang beliau sebut sebagai Jariyah Birokrasi

Melalui konsep ini, para pejabat maupun aparatur sipil negara (ASN) memiliki kesempatan emas menjadikan kebijakan publik sebagai kran pahala yang terus mengalir:

Pengelolaan Sumber Daya Air: Kebijakan dinas terkait dalam menata ulang, mengeruk, dan mengalirkan kembali sungai, setu, atau danau yang tercemar. Pejabat yang menyetujui program tersebut akan terus mendulang pahala selama fasilitas itu dimanfaatkan masyarakat, bahkan setelah pejabat tersebut pensiun atau wafat.

Program Air Bersih: Normalisasi sumur warga dan perluasan akses PDAM yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Penghijauan Lingkungan: Progam penanaman pohon di lahan gundul sebagai daerah resapan air. Buah yang dimakan manusia dan hewan serta peneduh lingkungan menjadi nilai sedekah yang pahalanya terus mengalir kepada pengambil kebijakan.

Pesan ini menjadi pengingat bagi para pemangku kebijakan bahwa setiap tanda tangan dan keputusan yang mempermudah kehidupan masyarakat berpotensi menjadi bekal abadi di akhirat kelak.

Penulis: KH. Fakhruddin Muroddih
Editor: Aas

  • Penulis: Ahmad Fakhruddin Murodih
  • Editor: Aas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambut Bulan Maulid 1448 H, MUI Kota Depok Gelar Festival Hadrah Majelis Taklim Ibu-Ibu Se-Kota Depok

    Sambut Bulan Maulid 1448 H, MUI Kota Depok Gelar Festival Hadrah Majelis Taklim Ibu-Ibu Se-Kota Depok

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Ade Yusuf Mujaddid
    • visibility 114
    • 0Komentar

      DEPOK — Dalam rangka menyambut hadirnya bulan Maulid 1448 H sekaligus merealisasikan program kerja tahun 2026, Komisi Pembinaan Seni Budaya Islam (PSBI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok bersiap menggelar Festival Hadrah antar Majelis Taklim Ibu-Ibu se-Kota Depok. Perhelatan seni budaya bernuansa islami ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 […]

  • Menag Ajak Umat Islam Verifikasi Arah Kiblat Lewat Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

    Menag Ajak Umat Islam Verifikasi Arah Kiblat Lewat Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Jakarta, MUI Digital — Menteri Agama Republik Indonesia, KH Nasaruddin Umar, mengajak umat Islam di seluruh Indonesia memanfaatkan fenomena astronomi saat Matahari berada tepat di atas Ka’bah untuk melakukan pengecekan ulang arah kiblat. Momentum yang dikenal dalam ilmu falak sebagai Rashdul Qiblat ini menjadi bagian dari pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Menurut Menteri Agama, […]

  • Menjemput “Qaulan Tsaqilan”: Rahasia Kata yang Mengguncang Dunia

    Menjemput “Qaulan Tsaqilan”: Rahasia Kata yang Mengguncang Dunia

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Oleh: Dr Paryadi Abdul Ghofar, M.S.I Anggota Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI/Dosen STIS Hidayatullah MUI Digital — Pernahkah kita mendengar atau membaca sebuah kalimat yang seketika membuat bulu kuduk merinding, mengubah cara memandang hidup dalam sekejap, atau bahkan mampu menggerakkan jutaan orang untuk melakukan perubahan besar? Di era digital hari ini, kita kebanjiran kata-kata. Setiap […]

  • MUI Kota Depok Kembali Bimbing Ikrar Syahadat Mualaf Baru dengan Niat Tulus Tanpa Paksaan

    MUI Kota Depok Kembali Bimbing Ikrar Syahadat Mualaf Baru dengan Niat Tulus Tanpa Paksaan

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Andre AS.
    • visibility 95
    • 0Komentar

    DEPOK – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok kembali melaksanakan bimbingan dan pengucapan dua kalimat syahadat bagi seorang mualaf yang memeluk agama Islam atas niat tulus dan tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun. Kegiatan khidmat ini berlangsung di Kantor MUI Kota Depok yang beralamat di Jalan Raya Nusantara No. 5-7, Kota Depok, pada hari […]

  • Momen Peringatan Hari Besar Islam di Depok: K.H. Abu Bakar Madris Tekankan Pentingnya Keharmonisan dan Kerukunan Keluarga

    Momen Peringatan Hari Besar Islam di Depok: K.H. Abu Bakar Madris Tekankan Pentingnya Keharmonisan dan Kerukunan Keluarga

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Aas
    • visibility 189
    • 0Komentar

    DEPOK — Acara peringatan Hari Besar Islam yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim dan doa tutup kegiatan di Kota Depok berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut diisi dengan penyampaian mauidzah hasanah atau tausyiah oleh ulama ternama, K.H. Abu Bakar Madris. Dalam ceramahnya yang penuh keakraban dan diselingi kelakar, K.H. Abu Bakar Madris menyampaikan pesan mendalam mengenai hikmah […]

  • Menimbang Gelar, Menakar Keikhlasan. Antara Substansi Ilmu dan Jebakan Simbolik

    Menimbang Gelar, Menakar Keikhlasan. Antara Substansi Ilmu dan Jebakan Simbolik

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Andre AS.
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Oleh: Andre Anjarkasih S.(Ketua Komisi Infokomdigi MUI Depok) Dalam dinamika dunia literasi dan akademik, pencantuman gelar atau titel di belakang nama seorang penulis sering kali dianggap sebagai standar baku. Gelar dipandang sebagai representasi kompetensi, legitimasi ilmiah, serta bentuk penghargaan atas jerih payah menempuh pendidikan tinggi. Namun, di tengah budaya pencitraan yang kian menggejala, kita kerap […]

expand_less