Breaking News
light_mode
Beranda » Artikel » Spirit Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membangun Pelayanan Publik

Spirit Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membangun Pelayanan Publik

  • account_circle Ahmad Fakhruddin Murodih
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Ahmad Fakhruddin Murodih
(
Ketua IPARI Kota Depok, Ketua Komisi Dakwah MUI Kota Depok, & Pengasuh PP. Ittihaadus Syubbaan Kota Depok)
Acara: Pembinaan Karakter ASN Pemkot Depok | Rabu, 12 Agustus 2026

لسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الحمن الرحيم

Rasulullah SAW adalah tolok ukur utama dalam kepemimpinan dan tata kelola pelayanan publik. Dalam membangun fondasi pelayanan publik yang kokoh, adil, dan berintegritas, terdapat empat pilar utama keteladanan
Rasulullah SAW yang patut diimplementasikan oleh setiap Aparatur Sipil Negara (ASN):

​1.Mengedepankan Musyawarah dalam Pengambilan Keputusan

​Rasulullah SAW selalu membuka ruang dialog dan menghormati aspirasi bersama sebelum menetapkan kebijakan.

​Tercermin pada Perang Uhud:
Ketika bermusyawarah mengenai strategi menghadapi musuh—apakah bertahan di Madinah atau keluar menyongsong musuh di Uhud—sebagian besar sahabat menginginkan untuk keluar Madinah. Keputusan suara terbanyak tersebut dihormati dan dijalankan oleh Rasulullah SAW.

​2. Mengutamakan Kemaslahatan Umum (Mashlahatul Ammah)

​Kebijakan yang diambil oleh Rasulullah SAW senantiasa mempertimbangkan kesiapan mental, stabilitas publik, serta dampak sosial yang ditimbulkan.

* ​Pertimbangan Renovasi Ka’bah: Rasulullah SAW membatalkan niat awal untuk merenovasi Ka’bah demi menghindari perselisihan dan penolakan, mengingat pemahaman masyarakat saat itu masih baru dalam Islam. Renovasi baru direalisasikan pada masa Sahabat Abdullah bin Zubair RA, saat pemahaman masyarakat telah matang dan siap menerima perubahan.

* ​Sikap Terhadap Fitnah dan Provokasi: Abdullah bin Ubay bin Salul (tokoh munafik) senantiasa memprovokasi masyarakat, menarik 300 prajurit saat Perang Uhud, hingga menyebarkan berita bohong (haditsul ifki) mengenai Sayyidah Aisyah RA dan Sahabat Shafwan bin Mu’aththal RA—yang kemudian dibersihkan nama baiknya langsung oleh Allah SWT melalui QS. An-Nur ayat 11–20.

​Meskipun Sahabat Umar bin Khattab RA mengusulkan eksekusi mati atas pengkhianatan tersebut, Rasulullah SAW menolaknya secara bijak dengan bersabda:
“Apa yang akan dikatakan orang-orang nanti, Umar? Mereka akan menyebut bahwa Muhammad telah membunuh pengikutnya sendiri.”
Sikap ini diambil demi menjaga stabilitas dan kesatuan persaudaraan umat secara luas.

​3. Keteguhan Integritas dan Penolakan terhadap Gratifikasi

​Rasulullah SAW tidak pernah menyalahgunakan wewenang maupun menerima kompromi atau imbalan materi/jabatan yang menyimpang dari prinsip kebenaran.

​Sikap Teguh Rasulullah SAW:
Ketika tokoh-tokoh Quraisy berusaha melobi beliau melalui pamannya dengan tawaran kenikmatan duniawi agar menghentikan misi dakwah dan kepemimpinannya, Rasulullah SAW menegaskan:
“Wahai paman, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku berhenti dari tugas ini, sungguh aku tidak akan pernah menghentikannya sampai Allah memenangkannya atau aku binasa di dalamnya.”

​4. Menjaga Amanah dan Menolak Pengkhianatan

​Rasulullah SAW senantiasa menjunjung tinggi kejujuran dan memegang teguh komitmen, baik kepada kawan maupun lawan. Beliau dilarang oleh Allah SWT untuk berkhianat, bahkan terhadap kelompok yang belum jelas membatalkan perjanjian.

​Pelayanan Tanpa Pandang Bulu:
Saat berada di rumah Sahabat Abu Bakar RA, seorang warga Nasrani datang meminta perlindungan hukum karena hak hartanya dirampas oleh Abu Jahal bin Hisyam. Tanpa membedakan latar belakang agama, Rasulullah SAW langsung mendatangi Abu Jahal untuk mengambil kembali hak warga tersebut dan mengembalikannya kepada pemiliknya.

​Penutup

​Empat pilar di atas—musyawarah, kemaslahatan umum, integritas mutlak, dan keadilan tanpa diskriminasi—merupakan fondasi utama dalam mewujudkan birokrasi yang melayani dan berkarakter. Semoga keteladanan Rasulullah SAW ini dapat menjadi inspirasi dan pedoman moral bagi segenap ASN Kota Depok dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

​Wallahu A’lam bish-shawab.
Semoga bermanfaat.

  • Penulis: Ahmad Fakhruddin Murodih
  • Editor: Aas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meneguhkan Tauhid atas Rezeki: Dialektika Ikhtiar dan Keyakinan di Era Disrupsi

    Meneguhkan Tauhid atas Rezeki: Dialektika Ikhtiar dan Keyakinan di Era Disrupsi

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Rohmat Rospari
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Oleh: Rohmat Rospari PendahuluanDi tengah dinamika ekonomi global, persaingan dunia kerja yang kian kompetitif, serta tingginya volatilitas kehidupan modern, kecemasan finansial kerap menjadi beban psikologis tersendiri bagi masyarakat. Sebuah pertanyaan eksistensial yang kerap memicu ketegangan mental adalah: Apakah rezeki saya akan mencukupi masa depan? Ironisnya, di era di mana kemajuan teknologi dan akses informasi berada […]

  • MUI Kota Depok Resmikan In-House Training Sukmajaya: Dorong Dakwah Digital Hadapi Tantangan AI dan Dinamika Zaman

    MUI Kota Depok Resmikan In-House Training Sukmajaya: Dorong Dakwah Digital Hadapi Tantangan AI dan Dinamika Zaman

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Aas
    • visibility 61
    • 0Komentar

    DEPOK — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok secara resmi membuka kegiatan In-House Training yang diselenggarakan oleh MUI Kecamatan Sukmajaya pada Selasa (16/6/2026). Mengusung tema “Dakwah Digital sebagai Ikhtiar Menjawab Tantangan Zaman,” pelatihan ini digelar untuk memperkuat kapasitas para pengurus dan dai lokal dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk dakwah Islam yang adaptif dan inklusif. Acara […]

  • MUI Kota Depok Ikuti Workshop Literasi Keislaman Digital Di Era AI

    MUI Kota Depok Ikuti Workshop Literasi Keislaman Digital Di Era AI

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Monang
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Jakarta, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok melalui Komisi Informasi dan Komunikasi Digital (Infokomdigi) mengikuti Workshop Amplifikasi Literasi Keislaman Digital Era Artificial Intelligence (AI) di Aula Buya Hamka, MUI Pusat, Jakarta, Rabu (29/7/2026).Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Syiar Zakat, Infak, dan Sedekah untuk Membangun Umat di Era Digital” dan dihadiri pengurus Komisi Infokomdigi MUI kabupaten/kota […]

  • Meriah! Lomba Hadroh Ibu-Ibu Majelis Ta’lim Se-Kota Depok Berlangsung di Gedung Dakwah MUI

    Meriah! Lomba Hadroh Ibu-Ibu Majelis Ta’lim Se-Kota Depok Berlangsung di Gedung Dakwah MUI

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Aas
    • visibility 61
    • 0Komentar

    DEPOK – Suasana penuh semangat dan kehangatan mewarnai Gedung Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok pada Kamis (13/8/2026). Komisi Pemberdayaan Seni dan Budaya Islam (PSBI) MUI Kota Depok sukses menggelar Lomba Hadroh khusus bagi kaum ibu majelis ta’lim se-Kota Depok yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai pukul 17.30 WIB. ​Acara yang berlangsung […]

  • MUI Kota Depok Dorong Ulama dan Da’i Kuasai Media Digital untuk Dakwah Kontemporer

    MUI Kota Depok Dorong Ulama dan Da’i Kuasai Media Digital untuk Dakwah Kontemporer

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Aas
    • visibility 197
    • 0Komentar

    DEPOK — Perkembangan teknologi digital yang pesat menuntut para ulama, kiai, ustadz, dan ustadzah untuk beradaptasi dalam menyiarkan ajaran Islam. Dakwah kontemporer melalui media sosial kini menjadi sebuah keharusan agar ruang digital dapat diwarnai dengan konten-konten yang positif dan edukatif. Ketua Komisi Infokomdigi MUI Kota Depok, H. Andre Anjarkasih S., menyampaikan bahwa keberadaan dakwah digital […]

  • FKUB dan MUI Kota Depok Luruskan Isu Toleransi: Kendala Izin Rumah Ibadah Mayoritas Dipicu Masalah Administrasi

    FKUB dan MUI Kota Depok Luruskan Isu Toleransi: Kendala Izin Rumah Ibadah Mayoritas Dipicu Masalah Administrasi

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Aas
    • visibility 95
    • 0Komentar

      DEPOK — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok memberikan klarifikasi terkait dinamika kerukunan umat beragama dan perizinan rumah ibadah di wilayah Depok. Dalam program podcast Bincang Ulama yang ditayangkan di kanal TV MUI Kota Depok, Ketua FKUB Kota Depok, Kiai Ghoni, menegaskan bahwa akar masalah utama […]

expand_less