Breaking News
light_mode
Beranda » Artikel » Spirit Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membangun Pelayanan Publik

Spirit Keteladanan Rasulullah SAW dalam Membangun Pelayanan Publik

  • account_circle Ahmad Fakhruddin Murodih
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 103
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Ahmad Fakhruddin Murodih
(
Ketua IPARI Kota Depok, Ketua Komisi Dakwah MUI Kota Depok, & Pengasuh PP. Ittihaadus Syubbaan Kota Depok)
Acara: Pembinaan Karakter ASN Pemkot Depok | Rabu, 12 Agustus 2026

لسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الحمن الرحيم

Rasulullah SAW adalah tolok ukur utama dalam kepemimpinan dan tata kelola pelayanan publik. Dalam membangun fondasi pelayanan publik yang kokoh, adil, dan berintegritas, terdapat empat pilar utama keteladanan
Rasulullah SAW yang patut diimplementasikan oleh setiap Aparatur Sipil Negara (ASN):

​1.Mengedepankan Musyawarah dalam Pengambilan Keputusan

​Rasulullah SAW selalu membuka ruang dialog dan menghormati aspirasi bersama sebelum menetapkan kebijakan.

​Tercermin pada Perang Uhud:
Ketika bermusyawarah mengenai strategi menghadapi musuh—apakah bertahan di Madinah atau keluar menyongsong musuh di Uhud—sebagian besar sahabat menginginkan untuk keluar Madinah. Keputusan suara terbanyak tersebut dihormati dan dijalankan oleh Rasulullah SAW.

​2. Mengutamakan Kemaslahatan Umum (Mashlahatul Ammah)

​Kebijakan yang diambil oleh Rasulullah SAW senantiasa mempertimbangkan kesiapan mental, stabilitas publik, serta dampak sosial yang ditimbulkan.

* ​Pertimbangan Renovasi Ka’bah: Rasulullah SAW membatalkan niat awal untuk merenovasi Ka’bah demi menghindari perselisihan dan penolakan, mengingat pemahaman masyarakat saat itu masih baru dalam Islam. Renovasi baru direalisasikan pada masa Sahabat Abdullah bin Zubair RA, saat pemahaman masyarakat telah matang dan siap menerima perubahan.

* ​Sikap Terhadap Fitnah dan Provokasi: Abdullah bin Ubay bin Salul (tokoh munafik) senantiasa memprovokasi masyarakat, menarik 300 prajurit saat Perang Uhud, hingga menyebarkan berita bohong (haditsul ifki) mengenai Sayyidah Aisyah RA dan Sahabat Shafwan bin Mu’aththal RA—yang kemudian dibersihkan nama baiknya langsung oleh Allah SWT melalui QS. An-Nur ayat 11–20.

​Meskipun Sahabat Umar bin Khattab RA mengusulkan eksekusi mati atas pengkhianatan tersebut, Rasulullah SAW menolaknya secara bijak dengan bersabda:
“Apa yang akan dikatakan orang-orang nanti, Umar? Mereka akan menyebut bahwa Muhammad telah membunuh pengikutnya sendiri.”
Sikap ini diambil demi menjaga stabilitas dan kesatuan persaudaraan umat secara luas.

​3. Keteguhan Integritas dan Penolakan terhadap Gratifikasi

​Rasulullah SAW tidak pernah menyalahgunakan wewenang maupun menerima kompromi atau imbalan materi/jabatan yang menyimpang dari prinsip kebenaran.

​Sikap Teguh Rasulullah SAW:
Ketika tokoh-tokoh Quraisy berusaha melobi beliau melalui pamannya dengan tawaran kenikmatan duniawi agar menghentikan misi dakwah dan kepemimpinannya, Rasulullah SAW menegaskan:
“Wahai paman, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku berhenti dari tugas ini, sungguh aku tidak akan pernah menghentikannya sampai Allah memenangkannya atau aku binasa di dalamnya.”

​4. Menjaga Amanah dan Menolak Pengkhianatan

​Rasulullah SAW senantiasa menjunjung tinggi kejujuran dan memegang teguh komitmen, baik kepada kawan maupun lawan. Beliau dilarang oleh Allah SWT untuk berkhianat, bahkan terhadap kelompok yang belum jelas membatalkan perjanjian.

​Pelayanan Tanpa Pandang Bulu:
Saat berada di rumah Sahabat Abu Bakar RA, seorang warga Nasrani datang meminta perlindungan hukum karena hak hartanya dirampas oleh Abu Jahal bin Hisyam. Tanpa membedakan latar belakang agama, Rasulullah SAW langsung mendatangi Abu Jahal untuk mengambil kembali hak warga tersebut dan mengembalikannya kepada pemiliknya.

​Penutup

​Empat pilar di atas—musyawarah, kemaslahatan umum, integritas mutlak, dan keadilan tanpa diskriminasi—merupakan fondasi utama dalam mewujudkan birokrasi yang melayani dan berkarakter. Semoga keteladanan Rasulullah SAW ini dapat menjadi inspirasi dan pedoman moral bagi segenap ASN Kota Depok dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

​Wallahu A’lam bish-shawab.
Semoga bermanfaat.

  • Penulis: Ahmad Fakhruddin Murodih
  • Editor: Aas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengutuhkan Kemerdekaan, Simbolisme Persatuan dan Pengawasan Publik di Era Digital Play Button

    Mengutuhkan Kemerdekaan, Simbolisme Persatuan dan Pengawasan Publik di Era Digital

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Andre AS.
    • visibility 82
    • 0Komentar

      Oleh: Andre AS. (Ketua Komisi Infokomdigi MUI Kota Depok & Dewan Pakar DMI Depok) Depok, 17 Agustus 2026. ​Refleksi atas sejarah panjang kemerdekaan Republik Indonesia senantiasa memanggil ulang ingatan kolektif kita akan besarnya pengorbanan para pendahulu. Kemerdekaan ini tidak diraih secara cuma-cuma, ia ditebus dengan tetesan darah, harta benda, jiwa para pahlawan, serta untaian […]

  • FKUB dan MUI Kota Depok Luruskan Isu Toleransi: Kendala Izin Rumah Ibadah Mayoritas Dipicu Masalah Administrasi

    FKUB dan MUI Kota Depok Luruskan Isu Toleransi: Kendala Izin Rumah Ibadah Mayoritas Dipicu Masalah Administrasi

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Aas
    • visibility 177
    • 0Komentar

      DEPOK — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok memberikan klarifikasi terkait dinamika kerukunan umat beragama dan perizinan rumah ibadah di wilayah Depok. Dalam program podcast Bincang Ulama yang ditayangkan di kanal TV MUI Kota Depok, Ketua FKUB Kota Depok, Kiai Ghoni, menegaskan bahwa akar masalah utama […]

  • Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H Tingkat Kota Depok: Pemkot Gelar Pengajian Kitab Hikam dan Santunan Yatim

    Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H Tingkat Kota Depok: Pemkot Gelar Pengajian Kitab Hikam dan Santunan Yatim

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Aas
    • visibility 160
    • 0Komentar

    DEPOK — Pemerintah Kota Depok menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan Pengajian Kitab Al-Hikam dan santunan anak yatim di Masjid Baitul Kamal, Kompleks Balai Kota Depok. Acara yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Depok, Dr. Supian Suri, M.M., beserta jajaran pejabat Pemkot, para kiai, dan tokoh masyarakat ini diisi […]

  • Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Masjid Al Latief PCR Gelar Pengajian Bersama Warga dan Tokoh Masyarakat

    Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Masjid Al Latief PCR Gelar Pengajian Bersama Warga dan Tokoh Masyarakat

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Andre AS
    • visibility 138
    • 0Komentar

    DEPOK — Menjelang peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, Masjid Al Latief PCR menggelar acara Peringatan Maulid Nabi pada Senin (24/8/2026) malam, bertepatan dengan 11 Rabiul Awal 1448 H. Meski kelahiran Rasulullah SAW secara historis jatuh pada 12 Rabiul Awal, pihak pengurus sengaja mengawali kegiatan di malam menjelang hari H. Ketua DKM Masjid Al Latief, […]

  • MUI Kota Depok Kembali Bimbing Ikrar Syahadat Mualaf Baru dengan Niat Tulus Tanpa Paksaan

    MUI Kota Depok Kembali Bimbing Ikrar Syahadat Mualaf Baru dengan Niat Tulus Tanpa Paksaan

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Andre AS.
    • visibility 95
    • 0Komentar

    DEPOK – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok kembali melaksanakan bimbingan dan pengucapan dua kalimat syahadat bagi seorang mualaf yang memeluk agama Islam atas niat tulus dan tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun. Kegiatan khidmat ini berlangsung di Kantor MUI Kota Depok yang beralamat di Jalan Raya Nusantara No. 5-7, Kota Depok, pada hari […]

  • Warga Negara Prancis Mantap Ucapkan Dua Kalimat Syahadat di Kantor MUI Kota Depok

    Warga Negara Prancis Mantap Ucapkan Dua Kalimat Syahadat di Kantor MUI Kota Depok

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Andre AS.
    • visibility 138
    • 0Komentar

    DEPOK — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok kembali memfasilitasi prosesi pensyahadatan seorang warga negara asing yang ingin memeluk agama Islam secara sukarela. Prosesi sakral tersebut berlangsung di Kantor MUI Kota Depok pada Selasa, 1 September 2026. Seorang warga negara asal Prancis memutuskan untuk masuk Islam tanpa ada unsur paksaan dari pihak mana pun. Acara […]

expand_less