Mahasiswa KKN UIN Jakarta Jadi Duta Wakaf, Kemenag Berharap MUI Aktif Di Wakaf
- account_circle Aan
- calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
- visibility 109
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_131072
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Depok- Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar
acara Sosialisasi & Pelepasan KKN Tematik Perwakafan. Dalam kesempatan tersebut bekerjasama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Hal itu dibenarkan Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ade Rina Farida, M.Si.
“Melalui kegiatan ini kita berharap agar mahasiswa mampu mengamalkan wakaf, juga pemberdayaan ekonomi umat dan pembangunan kewilayahan yang berdampak nyata. Dari pembekalan ini diharapkan bisa menjadi
agen edukasi dan literasi wakaf modern di masyarakat,”ujarnya sesuai acara
Sosialisasi dan Pelepasan KKN Tematik Perwakafan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Aula Kantor Kementrian Agama Kota Depok.
Sebanyak 500 mahasiswa KKN yang diterjunkan di 6 Kecamatan diantaranya: Kecamatan Bojongsari, Sawangan, Cipayung, Cimanggis, Tapos dan Limo. Dari jumlah tersebut terbagi menjadi 30 kelompok dan perwakilan turut aktif dalam pembekalan tersebut.
“Melalui kegiatan ini diharapkan kegiatan ini diharapkan bisa mengoptimalkan potensi tata kelola, perizinan, dan literasi wakaf produktif berbasis pendampingan mahasiswa di tingkat akar rumput,”katanya.
Kepala Subdirektorat Pengawasan dan Pengamanan Harta Benda Wakaf Kemenag RI Hj. Myrna Yulianti, S.E., M.M. mengapresiasi mahasiswa KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Menurutnya, para mahasiswa KKN ini setelah mendapatkan pembekalan diharapkan bisa menjadi duta literasi wakaf modern. Dirinya mengharapkan agar mahasiswa ini mampu mengubah mindset tentang perubahan dan wakaf produktif.
“Harapannya, anak-anak mahasiswa saat KKN ini kan bisa menyampaikan, membuat, menyebarkan konten positif tentang wakaf di masyarakat. Kita kenalkan sejak dini wakaf itu tidak hanya masjid, mushola, makam dan madrasah saja tapi dengan Rp 10 ribu bisa melalui wakaf produktif,”harapnya.
Potensi Sengketa di Depok MUI Diminta Aktif Dalam Wakaf
Menurutnya, Kota Depok memiliki potensi dalam sengketa tanah wakaf di Depok cukup tinggi mengingat banyaknya pembangunan infrastruktur seperti tol dan lainnya. Ia menambahkan, biasanya sengketa tanah tersebut muncul karena adanya nilai tambah atau aliran keuangan yang menjadi salah satu pemicunya.
“Kalau sudah ada nilai uangnya disitu, muncullah pihak yang menginginkannya dan berujung sengketa. Disinilah Pemerintah hadir dalam menangani sengketa dan memberikan pelayanan dalam wakaf. Sebab, dalam wakaf ada Lex Specialis atau aturan khusus,”terangnya.
Dirinya berharap agar MUI Kota Depok bisa aktif dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang wakaf. Pasalnya, Pemerintah sering meminta Fatwa kepada MUI terkait persoalan wakaf.
“Tentu kita berharap agar MUI bisa memberikan saran, fatwa kepada kami jika ada permasalahan wakaf. Misalnya, kalau ada sengketa wakaf, maka kita bisa minta saran kepada MUI,”jelasnya.
Dikatakannya, berdasarkan Pasal 50 UU No. 41 Tahun 2004, Badan Wakaf Indonesia (BWI) wajib memperhatikan saran atau pertimbangan dari Menteri Agama dan MUI dalam menjalankan tugasnya. Kebijakan pengelolaan wakaf (termasuk wakaf uang atau benda bergerak) berlandaskan pada fatwa yang dikeluarkan oleh MUI sebelum dan sesudah pengesahan undang-undang ini.
“Tentu, selain pembinaan dan fatwa agar wakaf berjalan baik. MUI juga turut mengawasi dan mengarahkan nazhir (pengelola wakaf) agar tata kelola harta wakaf sesuai dengan prinsip syariah dan produktif,”katanya.
Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kemenag Kota Depok H. Hasan Basri, S.Ag. menyambut baik mahasiswa KKN UIN Jakarta. Dirinya berharap dengan pembekalan seputar Wakaf bisa memberikan manfaat dan diterapkan di masyarakat.
“Semoga dengan kegiatan ini bisa bermanfaat dan diamalkan di masyarakat. Terlebih lagi, pada saat KKN nanti di Depok bisa berjalan dengan lancar dan semoga mendapatkan berkah dari Allah SWT,”jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, nampak hadir penyuluh Kemenag, Kepala KUA, dosen pembimbing dan perwakilan mahasiswa KKN UIN Jakarta. Usai pembukaan acara para mahasiswa secara simbolik diadakan penyematan untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dan Pelepasan KKN.
- Penulis: Aan
- Editor: Aas

Saat ini belum ada komentar