Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Terkini » Membangun Ekosistem Kerukunan di Depok, FKUB Tekankan Pentingnya Dialog dan Kolaborasi Lintas Iman

Membangun Ekosistem Kerukunan di Depok, FKUB Tekankan Pentingnya Dialog dan Kolaborasi Lintas Iman

  • account_circle Andre AS.
  • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
  • visibility 65
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DEPOK — Kerukunan antarumat beragama dinilai tidak tumbuh secara otomatis, melainkan memerlukan wadah serta proses kolektif yang dijaga secara konsisten oleh seluruh elemen masyarakat. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok, KH. Abdul Ghoni, dalam dialog interaktif yang berlangsung pada Jum’at (11/9/2026).

KH. Abdul Ghoni menyatakan bahwa di tengah kondisi masyarakat Kota Depok yang sangat majemuk, pembangunan ekosistem kerukunan menjadi sebuah kebutuhan mendesak. Ekosistem kerukunan ini didefinisikan sebagai sistem sosial yang terbangun dari sinergi, kolaborasi, dan dialog aktif antara umat beragama, pemerintah, lembaga, hingga komunitas masyarakat demi menciptakan keharmonisan yang berkelanjutan.

“Kerukunan lahir dari dialog dan dirawat melalui kolaborasi,” ujar KH. Abdul Ghoni, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Kerukunan Antar-Umat Beragama (KAUB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok.

Dalam pandangannya, penguatan ekosistem kerukunan ini ditopang oleh beberapa komponen utama. Pertama, kolaborasi lintas iman yang diwujudkan melalui kerja sama aktif antar-pemeluk agama tanpa memandang latar belakang. Kolaborasi ini juga mencakup penyediaan ruang kerja bersama untuk mendeteksi potensi konflik sosial atau keagamaan secara cepat dan preventif.

Kedua, peran aktif instansi terkait, seperti Kementerian Agama, FKUB, dan Pemerintah Daerah, dalam memberikan fasilitasi serta dukungan penuh terhadap berbagai inisiatif perdamaian.

Komponen ketiga yang tidak kalah penting adalah partisipasi akar rumput. Keterlibatan langsung warga di tingkat lokal dinilai sangat krusial melalui berbagai program konkret, seperti pengembangan Desa Sadar Kerukunan serta penyelenggaraan dialog rutin di tengah masyarakat.

Melalui penguatan komponen-komponen tersebut, FKUB Kota Depok berharap kebersamaan dan toleransi di Kota Depok dapat terus terjaga, menjadikan kemajemukan sebagai kekuatan sosial yang harmonis dan produktif.

  • Penulis: Andre AS.
  • Editor: Aas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gebyar Muharram dan Santunan Yatim Tandai Milad MUI ke-51

    Gebyar Muharram dan Santunan Yatim Tandai Milad MUI ke-51

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle muidepok
    • visibility 113
    • 0Komentar

    DEPOK-Komisi Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok menggelar acara Gebyar Muharram dan Santunan Anak Yatim. Peringatan tersebut juga dalam rangka menyambut Milad MUI ke-51 (26 Juli 1975-26 Juli 2026). “Melalui Gebyar Muharram dan Santunan Anak Yatim kita mengajak kepada semua pihak bahwa di Depok masih banyak anak yang berstatus yatim. Mereka ini […]

  • Kemenag: MUI Punya Peran Penting Dalam Pengembangan Wakaf di Depok

    Kemenag: MUI Punya Peran Penting Dalam Pengembangan Wakaf di Depok

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Aan
    • visibility 198
    • 0Komentar
  • MUI Depok: Al-Qur’an Harus Jadi Kompas Keluarga Hadapi Tantangan Era Digital DEPOK – Arus digitalisasi dan perubahan

    MUI Depok: Al-Qur’an Harus Jadi Kompas Keluarga Hadapi Tantangan Era Digital DEPOK – Arus digitalisasi dan perubahan

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Rohmat Rospari
    • visibility 143
    • 0Komentar

    DEPOK – Arus digitalisasi dan perubahan sosial yang pesat membawa tantangan baru bagi ketahanan keluarga. Menjawab dinamika tersebut, Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga (KPRK) MUI Kota Depok, Siti Barkah Hasanah—yang akrab disapa Cing Ikah—mengimbau masyarakat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam membina rumah tangga.Pesan tersebut disampaikan Cing Ikah saat mengisi kajian bertajuk “Menguatkan […]

  • 81 Tahun Indonesia Merdeka: Dari Perjuangan Ulama Menuju Masyarakat yang Diridai Allah SWT

    81 Tahun Indonesia Merdeka: Dari Perjuangan Ulama Menuju Masyarakat yang Diridai Allah SWT

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Ali Wartadinata
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah yang datang begitu saja. Ia merupakan buah dari perjuangan panjang yang dipenuhi pengorbanan jiwa, harta, dan tenaga seluruh elemen bangsa. Di antara para pejuang itu, ulama menempati posisi yang sangat penting. Mereka bukan hanya menjadi pemimpin spiritual, tetapi juga menjadi penggerak perlawanan, pendidik umat, penanam semangat kebangsaan, sekaligus penjaga moral masyarakat. […]

  • Menjemput “Qaulan Tsaqilan”: Rahasia Kata yang Mengguncang Dunia

    Menjemput “Qaulan Tsaqilan”: Rahasia Kata yang Mengguncang Dunia

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Oleh: Dr Paryadi Abdul Ghofar, M.S.I Anggota Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI/Dosen STIS Hidayatullah MUI Digital — Pernahkah kita mendengar atau membaca sebuah kalimat yang seketika membuat bulu kuduk merinding, mengubah cara memandang hidup dalam sekejap, atau bahkan mampu menggerakkan jutaan orang untuk melakukan perubahan besar? Di era digital hari ini, kita kebanjiran kata-kata. Setiap […]

  • Ribuan Warga Padati Lapangan Terbuka di Limo Gelar Shalat Istisqa Berjemaah

    Ribuan Warga Padati Lapangan Terbuka di Limo Gelar Shalat Istisqa Berjemaah

    • calendar_month 4 jam yang lalu
    • account_circle Andre AS.
    • visibility 111
    • 0Komentar

    LIMO — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Limo bersama unsur pemerintah kecamatan, Kantor Urusan Agama (KUA), pondok pesantren, dan berbagai lembaga pendidikan sukses menyelenggarakan shalat Istisqa (shalat minta hujan) berjemaah, Kamis (17/9/2026). Kegiatan yang dihelat di lapangan terbuka wilayah Kecamatan Limo ini menarik antusiasme luar biasa dari masyarakat. Berdasarkan data panitia, lebih dari 1.000 jemaah memadati […]

expand_less