TAKHASSUS TAFSIR PKU MUI KOTA DEPOK HARI KEDUA SEMAKIN MENARIK, PEMATERI KOMPETEN DI BIDANGNYA
- account_circle Monang Ganteng
- calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
- visibility 80
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_131072
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Depok, Selasa 15 September 2026 Program *Takhassus Tafsir dan Ilmu Tafsir Pendidikan Kader Ulama MUI Kota Depok memasuki hari kedua, Antusiasme peserta semakin tinggi karena menghadirkan pemateri-pemateri yang kompeten di bidangnya.
Kegiatan masih dipusatkan di Gedung Dakwah MUI Kota Depok dan disiarkan langsung melalui channel *MUI Depok TV*.
Berikut agenda lengkap hari kedua:
*SESI 1: Tafsir Nusantara*
*Tema*: _التفسير في نوسانتارا: التاريخ والأنساب العلمية وتطوّره_
_“Tafsir Nusantara: Sejarah, Genealogi Keilmuan, dan Perkembangannya”_
Mengkaji sejarah, genealogi keilmuan, serta perkembangan metodologis Tafsir Nusantara sebagai tradisi penafsiran Al-Qur’an yang terbentuk melalui dialog antara khazanah Islam global dan konteks sosial-budaya lokal. Materi meliputi perkembangan tafsir dari tradisi lisan, terjemahan, dan pengajian kitab hingga lahirnya karya-karya tafsir Melayu-Jawi, bahasa Indonesia, dan bahasa daerah; peran jaringan ulama, pesantren, Haramain, percetakan, organisasi Islam, serta perubahan sosial-politik modern dalam pembentukan otoritas tafsir.
*Pemateri Utama*: *Prof. Dr. Lilik Ummi Kaltsum*
*Pendamping*: *KH. Yusron Shidqi, MA* Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikam Depok
*SESI 2: Tafsir Isyari*
*Tema*: _اﻟﺘﻔﺴﯿﺮ اﻹﺷﺎري ﻋﻨﺪ اﺑﻦ ﻋﺮﺑﻲ وﻋﺒﺪ اﻟﻘﺎدر اﻟﺠﯿﻼﻧﻲ_
_“Tafsir Isyari menurut Ibnu ‘Arabi dan ‘Abdul Qadir al-Jilani”_
Kajian mendalam terhadap dimensi at-Tafsir al-Isyari atau tafsir sufi/esoteris. Menganalisis perbedaan metodologis dan kedalaman makna batiniyah antara gaya penafsiran Wahdat al-Wujud karya Ibnu ‘Arabi dengan pendekatan sufistik-amali karya Syekh ‘Abdul Qadir al-Jilani, disertai batasan ketat `dhawabit` yang membedakan tafsir isyari yang dapat diterima `maqbul` dan yang tertolak `mardud`.
*Pemateri Utama*: *Dr. KH. Ali M. Abdillah, MA* Guru Thariqah dan Sekjen JATMAN
*Pendamping*: *Dr. KH. M. Shofin Sugito* Dosen UIN Banten, Alumni PhD Université Sidi Mohamed Ben Abdellah Fes, Maroko
*SESI 3: Perspektif Perempuan*
*Pukul 13.30 – 15.30 WIB*
*Tema*: _ﻗﺮاءة ﻧﺴﺎﺋﯿﺔ ﻟﻠﻨﺺ اﻟﻘﺮءاﻧﻲ وﺗﺮاﺟﻤﮫ ﻓﻲ إﻧﺪوﻧﯿﺴﯿﺎ_
_“Tafsir dan Terjemah Al-Qur’an Indonesia Perspektif Perempuan”_
Analisis hermeneutika Al-Qur’an berbasis perspektif perempuan `qira'ah nisa'iyyah`. Menelaah pembacaan ayat-ayat kesetaraan, peran gender, dan hak-hak perempuan dalam literatur tafsir dan terjemahan di Indonesia guna menghasilkan pemahaman keagamaan yang adil, ramah keluarga, serta ramah perempuan.
*Pemateri Utama*: *Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm.* Direktur Akademik PKU Masjid Istiqlal Bergelar
*Pendamping*: *Dr. Ade Rina Farida* Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Dengan hadirnya para pakar dari berbagai disiplin ilmu, diharapkan kader ulama MUI Kota Depok mampu menjadi mufassir yang moderat, berwawasan Nusantara, dan mampu menjawab isu-isu kontemporer.
- Penulis: Monang Ganteng

Saat ini belum ada komentar