Membangun Ekosistem Kerukunan di Depok, FKUB Tekankan Pentingnya Dialog dan Kolaborasi Lintas Iman
- account_circle Andre AS.
- calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
- visibility 64
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DEPOK — Kerukunan antarumat beragama dinilai tidak tumbuh secara otomatis, melainkan memerlukan wadah serta proses kolektif yang dijaga secara konsisten oleh seluruh elemen masyarakat. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok, KH. Abdul Ghoni, dalam dialog interaktif yang berlangsung pada Jum’at (11/9/2026).
KH. Abdul Ghoni menyatakan bahwa di tengah kondisi masyarakat Kota Depok yang sangat majemuk, pembangunan ekosistem kerukunan menjadi sebuah kebutuhan mendesak. Ekosistem kerukunan ini didefinisikan sebagai sistem sosial yang terbangun dari sinergi, kolaborasi, dan dialog aktif antara umat beragama, pemerintah, lembaga, hingga komunitas masyarakat demi menciptakan keharmonisan yang berkelanjutan.
“Kerukunan lahir dari dialog dan dirawat melalui kolaborasi,” ujar KH. Abdul Ghoni, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Kerukunan Antar-Umat Beragama (KAUB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok.
Dalam pandangannya, penguatan ekosistem kerukunan ini ditopang oleh beberapa komponen utama. Pertama, kolaborasi lintas iman yang diwujudkan melalui kerja sama aktif antar-pemeluk agama tanpa memandang latar belakang. Kolaborasi ini juga mencakup penyediaan ruang kerja bersama untuk mendeteksi potensi konflik sosial atau keagamaan secara cepat dan preventif.
Kedua, peran aktif instansi terkait, seperti Kementerian Agama, FKUB, dan Pemerintah Daerah, dalam memberikan fasilitasi serta dukungan penuh terhadap berbagai inisiatif perdamaian.
Komponen ketiga yang tidak kalah penting adalah partisipasi akar rumput. Keterlibatan langsung warga di tingkat lokal dinilai sangat krusial melalui berbagai program konkret, seperti pengembangan Desa Sadar Kerukunan serta penyelenggaraan dialog rutin di tengah masyarakat.
Melalui penguatan komponen-komponen tersebut, FKUB Kota Depok berharap kebersamaan dan toleransi di Kota Depok dapat terus terjaga, menjadikan kemajemukan sebagai kekuatan sosial yang harmonis dan produktif.
- Penulis: Andre AS.
- Editor: Aas

Saat ini belum ada komentar