IKHTIAR MUI DEPOK DI HARI KEMERDEKAAN: Dari Kemerdekaan Bangsa Menuju Kemandirian Ekonomi Umat
- account_circle H. Acep Azhari
- calendar_month Senin, 17 Agt 2026
- visibility 65
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Penulis: H. Acep Azhari (Dirut PINBAS)
Hari Kemerdekaan adalah momentum untuk kembali bertanya: sudah sejauh mana umat menikmati kemerdekaan dalam kehidupan ekonominya?
Kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga kemampuan untuk berdiri di atas kekuatan sendiri. Karena itu, bagi MUI Kota Depok, semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan ke dalam ikhtiar membangun kemandirian ekonomi umat.
Dari pemikiran itulah PINBAS — Pusat Inkubasi Bisnis Syariah MUI Kota Depok — hadir bukan sekadar sebagai lembaga yang berbicara tentang bisnis, tetapi sebagai mesin penggerak ekonomi umat.
PINBAS merumuskan sebuah model sederhana: PINBAS 3+2 — tiga mesin utama dan dua penguat ekosistem.
Tiga mesin utama dimulai dari manusia.
Pertama, PINBAS Academy — menginkubasi manusia.
Umat tidak cukup hanya diberi modal. Mereka membutuhkan mindset entrepreneur, pengetahuan, keterampilan, pendampingan dan kaderisasi. Tujuannya jelas: mengubah paradigma dari job seeker menjadi job creator.
Kedua, PINBAS Ketahanan Pangan — menginkubasi bisnis riil.
Pengetahuan harus turun menjadi usaha nyata. Peternakan, budidaya ikan, hidroponik, pengolahan pangan, private label, distribusi dan retail menjadi ruang untuk membuktikan bahwa potensi umat dapat diubah menjadi kegiatan ekonomi yang produktif.
Ketiga, PINBAS Event & Kemitraan — menginkubasi jaringan dan pasar.
Usaha tidak akan tumbuh tanpa pasar dan kolaborasi. Karena itu, PINBAS membangun jejaring dengan pemerintah, KADIN, investor, komunitas, akademisi dan dunia usaha, termasuk melalui Business Matching, Expo dan Depok Halal Festival.
Namun tiga mesin tersebut membutuhkan dua penguat.
Keempat, Akses Permodalan melalui Koperasi KMP — Karya Maslahat Partnership.
KMP diharapkan menjadi jembatan antara potensi modal, investor, pelaku usaha, produksi, pasar dan sistem bagi hasil. Dengan demikian, modal tidak berhenti sebagai dana, tetapi tumbuh menjadi usaha produktif.
Kelima, TIPE NEW — Titik Pertumbuhan Ekonomi Baru.
Inilah tujuan akhirnya. Model usaha yang berhasil tidak berhenti di satu lokasi. Ia direplikasi dan diperluas sehingga lahir titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Kota Depok.
Maka, PINBAS 3+2 bukan sekadar struktur program. Ia adalah sebuah siklus gerakan: manusia dibangun, usaha diciptakan, pasar dibuka, modal dihubungkan, kemudian keberhasilan direplikasi menjadi titik ekonomi baru.
Di Hari Kemerdekaan ini, MUI Kota Depok ingin menegaskan bahwa perjuangan belum selesai. Kemerdekaan ekonomi umat harus dibangun dengan kerja nyata, kolaborasi dan keberanian untuk menciptakan sesuatu yang produktif.
Dari satu manusia yang berdaya, lahir satu usaha.
Dari satu usaha, lahir satu titik pertumbuhan.
Dari banyak titik pertumbuhan, lahirlah kemandirian ekonomi umat.
Inilah ikhtiar PINBAS.
Empowering People and Connecting.
Depok, !7 Agustus 2026
- Penulis: H. Acep Azhari

Saat ini belum ada komentar