Momen Peringatan Hari Besar Islam di Depok: K.H. Abu Bakar Madris Tekankan Pentingnya Keharmonisan dan Kerukunan Keluarga
- account_circle Aas
- calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
- visibility 52
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DEPOK — Acara peringatan Hari Besar Islam yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim dan doa tutup kegiatan di Kota Depok berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut diisi dengan penyampaian mauidzah hasanah atau tausyiah oleh ulama ternama, K.H. Abu Bakar Madris.
Dalam ceramahnya yang penuh keakraban dan diselingi kelakar, K.H. Abu Bakar Madris menyampaikan pesan mendalam mengenai hikmah bulan Muharram, pentingnya menjaga persatuan antarumat, serta landasan keharmonisan dalam rumah tangga.
Hikmah Bulan Muharram dan Pentingnya Menjaga Ukhuwah
Mengawali tausyiahnya, K.H. Abu Bakar Madris menjelaskan sejarah penetapan kalender Hijriah yang berawal dari peristiwa penting dalam sejarah Islam. Beliau mengingatkan jamaah akan peristiwa Amul Hazni (Tahun Kesedihan), yaitu masa ketika Rasulullah SAW kehilangan dua sosok pendukung utamanya: sang paman, Abu Thalib, dan sang istri, Khadijah RA.
Beliau memanfaatkan momen sejarah tersebut untuk memberikan sentilan moral terkait pentingnya menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Menurutnya, perbedaan pilihan politik maupun mazhab tidak boleh menjadi pemicu perpecahan dan perselisihan yang berlarut-larut.
> “Jangan seperti dua telinga yang berada di satu kepala namun tidak pernah bertemu. Hiduplah seperti kedua tangan yang senantiasa saling melengkapi dan tolong-menolong,”ujar K.H. Abu Bakar Madris mengutip pesan kiasan mengenai pentingnya kebersamaan.
>
Pesan Keharmonisan Rumah Tangga: Kasih Sayang dan Tanggung Jawab
Dalam topik rumah tangga, beliau menekankan bahwa rasa kasih sayang (mawaddah dan rahmah) adalah fondasi utama yang melampaui sekadar penampilan fisik atau materi. Beliau meneladani kisah kasih sayang Rasulullah SAW kepada Khadijah RA sebagai contoh keteladanan tertinggi.
Selain memberikan nasihat kepada para istri untuk senantiasa berhias dan memberikan penampilan terbaik di depan suami, K.H. Abu Bakar Madris juga memberikan penekanan keras kepada para suami terkait kewajiban dan tanggung jawab finansial serta moral.
* Tanggung Jawab Suami: Suami diimbau untuk tidak pelit kepada istri sendiri dan memastikan kebutuhan sandang serta pangan keluarga terpenuhi dengan baik.
* Larangan Perilaku Mubazir: Beliau mengkritik keras perilaku hura-hura atau pemborosan materi pada hal-hal yang tidak bermanfaat dan berpotensi menimbulkan dosa.
Penyelenggaraan Acara
Acara peringatan yang dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Depok, Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Kementerian Agama, para alim ulama, asatidz, serta jamaah umum ini ditutup dengan doa bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kepedulian sosial melalui santunan yatim serta pemahaman agama yang inklusif dapat terus terpelihara di tengah masyarakat Kota Depok.
Penulis: Aas (H.Adre).
- Penulis: Aas
- Editor: Aas
- Sumber: https://www.youtube.com/live/n8qFpmS4uaQ?si=hO7D69GFscN9N190

Saat ini belum ada komentar