Di Pengajian Al-Hikam, Wali Kota Depok Supian Suri Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah
- account_circle Rohmat Rospari
- calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DEPOK — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan merata. Memanfaatkan momentum Bulan Muharram 1448 Hijriah, Wali Kota Depok Supian Suri menegaskan bahwa seluruh anak di Kota Depok harus mendapatkan hak dan akses pendidikan secara optimal tanpa terkendala biaya.
Hal tersebut disampaikan Supian Suri saat menghadiri kegiatan Pengajian Kitab Al-Hikam yang dirangkai dengan santunan anak yatim di Masjid Baitul Kamal, Kompleks Balai Kota Depok, Jumat (24/7/2026).
“Besar harapan kami tidak ada lagi anak-anak Kota Depok yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena persoalan biaya,” ujar Supian di hadapan jajaran pimpinan daerah, para ulama, camat, dan masyarakat yang hadir.
Komitmen Sektor Pendidikan: Penambahan Sekolah hingga PAUD Gratis
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Pemkot Depok telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di tingkat pendidikan dasar dan menengah, Pemkot Depok telah menambah jumlah sekolah tingkat SMP dan Tsanawiyah dari 47 menjadi 52 sekolah guna memperluas daya tampung dan akses belajar masyarakat.
Tak hanya itu, Pemkot Depok juga menegaskan dukungan terhadap program wajib belajar hingga usia 13 tahun dengan pembiayaan yang ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sistem pendataan serta rekam jejak pendidikan anak juga akan diperkuat agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.
Sebagai langkah intervensi sejak dini, Pemkot Depok kini menghadirkan 22 PAUD dan TK gratis yang tersebar di 11 kecamatan—di mana tiap kecamatan memiliki dua lembaga gratis yang seluruh biaya operasionalnya ditanggung penuh oleh pemerintah daerah.
Perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dan penyandang disabilitas melalui pembangunan Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI) di kawasan Jalan Margonda Raya.
“Pemerintah ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai kemampuan dan potensi yang dimilikinya,” tegasnya.
Solusi Kemacetan dan Pembangunan Fisik
Selain sektor pendidikan, dalam kesempatan tersebut Wali Kota Depok juga memaparkan program prioritas di bidang infrastruktur. Pemkot Depok saat ini tengah membangun ruas jalan baru di kawasan Sawangan untuk mengurai persoalan kemacetan yang kerap mengganggu mobilitas warga.
Pembangunan infrastruktur jalan ini diharapkan dapat mendorong konektivitas antarwilayah serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Kolaborasi dan Sinergi Pembangunan
Di akhir sambutannya, Supian Suri mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari para ulama, tokoh agama, orang tua, hingga komunitas—untuk bersama-sama mendukung program-program pemerintah. Menurutnya, pembangunan daerah yang sukses harus menyeimbangkan aspek fisik dan spiritual.
“Semoga ikhtiar yang kita lakukan bersama mendapat ridha Allah SWT dan membawa keberkahan bagi Kota Depok. Kami memohon doa dan dukungan agar setiap ikhtiar pembangunan membawa kemaslahatan bagi seluruh warga,” pungkasnya.
- Penulis: Rohmat Rospari
- Editor: Aas

Saat ini belum ada komentar