Jika Negara Punya DANANTARA, Umat Punya Apa? “Koperasi PINBAS: Ikhtiar Membangun Kekuatan Modal Ekonomi Umat di Depok”
- account_circle JiAcep
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_131072
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Oleh: H. Acep Azhari (Dirut Pinbas)
Indonesia memiliki Danantara sebagai lembaga pengelola investasi strategis negara. Singapura memiliki Temasek sebagai perusahaan investasi yang mengelola portofolio aset secara profesional.
Keduanya memberikan satu pelajaran penting: kekuatan ekonomi tidak cukup hanya memiliki pelaku usaha. Kita juga membutuhkan kekuatan modal yang mampu dikelola, dikonsolidasikan dan diarahkan untuk pertumbuhan jangka panjang.
Lalu muncul pertanyaan sederhana:
Jika negara punya Danantara, umat punya apa?
Di tingkat lokal, khususnya di lingkungan MUI Kota Depok, kita ingin mulai menjawabnya melalui Koperasi PINBAS.
Tentu Koperasi PINBAS bukan Danantara dan bukan Temasek. Skala, kedudukan dan kewenangannya berbeda. Yang ingin kita bangun adalah semangat yang sama: menghimpun kekuatan modal, mengelolanya secara profesional dan mengarahkannya kepada kegiatan ekonomi yang produktif.
Hal ini dapat dikembangkan dengan memanfaatkan ruang modal penyertaan pada koperasi sebagaimana diatur dalam PP Nomor 33 Tahun 1998, tentunya dengan tata kelola, perjanjian dan ketentuan hukum yang berlaku.
Lalu untuk apa modal tersebut?
Di sinilah Rumus PINBAS 3+2 bekerja.
PINBAS Academy membangun manusia dan entrepreneur.
PINBAS Ketahanan Pangan & Business Unit membangun usaha produktif.
PINBAS Event & Kemitraan membuka pasar.
Koperasi PINBAS menggerakkan kekuatan modal.
TIPE NEW menjadi Replikasi memperbesar usaha yang terbukti berhasil.
Siklusnya:
MODAL → USAHA → PASAR → TUMBUH → MODAL KEMBALI BERPUTAR
Inilah perubahan cara berpikir yang ingin kita mulai.
Kita tidak hanya mencari modal untuk umat. Kita mulai membangun modal umat.
Modal yang terkumpul bukan untuk berhenti sebagai angka, tetapi harus berubah menjadi usaha, aset produktif, lapangan kerja, keuntungan dan kebermanfaatan.
Kita mulai dari Depok. Mulai dari komunitas MUI. Mulai dari skala yang realistis. Kita bangun dengan prinsip amanah, profesional, transparan dan sesuai prinsip syariah, lalu kita buktikan bahwa modal umat dapat menjadi kekuatan untuk menggerakkan ekonomi umat.
Karena cita-cita PINBAS bukan sekadar mencetak lebih banyak UMKM.
Cita-citanya adalah membangun umat yang memiliki manusia, usaha, pasar dan kekuatan modalnya sendiri.
Jika negara punya Danantara, maka umat harus mulai bertanya: kapan kita membangun kekuatan modal umat sendiri?
Koperasi PINBAS adalah salah satu ikhtiar kita untuk memulainya.
- Penulis: JiAcep
- Editor: Aas

Saat ini belum ada komentar