Breaking News
light_mode
Beranda » Artikel » “Di Era Digital, Ulama dan Dai Mewujudkan Dakwah yang Mencerahkan”

“Di Era Digital, Ulama dan Dai Mewujudkan Dakwah yang Mencerahkan”

  • account_circle Andre AS.
  • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
  • visibility 116
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Andre Anjarkasih S.(Ketua Komisi Infokomdigi MUI Kota Depok)

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW senantiasa menjadi momen spiritual yang sakral sekaligus strategis bagi umat Islam. Setiap tahun, jutaan Muslim memperingati kelahiran Rasulullah SAW sebagai wujud penghormatan dan kerinduan mendalam kepada sosok pembawa risalah kebenaran.

Namun, di tengah akselerasi teknologi informasi yang masif, penyampaian pesan keteladanan tersebut menuntut adaptasi yang cepat, tepat, dan nyata.

Saat ini, ruang publik tidak lagi terbatas pada panggung fisik maupun mimbar masjid semata. Ranah digital, melalui platform seperti TikTok, YouTube, Instagram Reels, X, dan beragam media jejaring sosial lainnya, telah bertransformasi menjadi episentrum perjumpaan gagasan, opini, dan informasi masyarakat modern.

Dalam konstelasi inilah peran ulama, dai, dan pencerah keagamaan menjadi sangat krusial untuk hadir, mengedukasi, dan mewarnai lanskap media digital.

Tradisi syiar di atas mimbar dengan menghadirkan ribuan jemaah secara tatap muka tentu tetap memiliki nilai keutamaan serta kehangatan silaturahmi yang tak tergantikan. Kendati demikian, pergeseran pola konsumsi informasi masyarakat, khususnya generasi muda, menuntut penyempurnaan pada metode dakwah konvensional.

Strategi dakwah berbasis digital hadir sebagai akselerator syiar Maulid Nabi. Menyebarkan narasi keteladanan, keagungan akhlak, kepemimpinan rasional, hingga kepedulian sosial Rasulullah SAW melalui konten kreatif berdurasi ringkas, informatif, dan sejuk merupakan sebuah keniscayaan zaman.

Apabila para ulama dan pencerah keagamaan tidak mengambil peran aktif di ruang siber, kekosongan tersebut berisiko diisi oleh narasi provokatif, hingga disinformasi yang merusak moral bangsa.

Kehadiran narasi keagamaan yang moderat (wasathiyah) dan mencerahkan adalah benteng utama dalam menjaga kualitas ekosistem informasi publik.

Pada hakikatnya, teknologi media sosial merupakan sebuah instrumen netral. Ia ibarat pisau bermata dua, keberadaannya tidak memiliki sifat melekat, melainkan sangat bergantung pada komitmen dan niat pengguna yang mengoperasikannya.

Bila dimanfaatkan secara terukur dan penuh kesadaran spiritual, media sosial menjadi sarana dakwah yang sangat efisien. Pesan edukasi akhlak berdurasi satu menit atau tiga menit dapat menjangkau ratusan ribu hingga jutaan jiwa dalam hitungan detik, menembus batas geografis dan demografis secara simultan.

Sebaliknya, tanpa tata kelola niat yang lurus dan literasi yang memadai, media sosial dapat memicu menjadi penyebar perpecahan, hoaks, dan degradasi etika publik.
Oleh karena itu, komitmen untuk menjadikan media sosial sebagai sarana
amar ma’ruf nahi munkar harus diartikulasikan secara konkret. Niat positif yang diwujudkan melalui karya visual bermutu, narasi santun, dan konten edukatif akan mengubah media sosial menjadi ladang keberkahan dan kontribusi nyata bagi peradaban.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial tahunan semata. Momentum ini harus ditransformasikan menjadi titik balik kesadaran kolektif bagi seluruh elemen ulama, cendekiawan, dan lembaga keagamaan untuk menguasai teknologi serta komunikasi media.
Melalui konsistensi produksi konten positif dan berbobot, umat Islam tidak hanya melestarikan ajaran Rasulullah SAW, tetapi juga berperan aktif menghadirkan kedamaian di ruang siber.

Mari jadikan momentum Maulid Nabi ini sebagai ungkapan lahirnya gerakan dakwah digital yang kreatif, inklusif, dan menyejukkan bagi seluruh lapisan masyarakat.

  • Penulis: Andre AS.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengupas Dinamika Tafsir Ilmiah, Pendukung, Pengkritik, dan Batasannya dalam Pandangan MUI Kota Depok

    Mengupas Dinamika Tafsir Ilmiah, Pendukung, Pengkritik, dan Batasannya dalam Pandangan MUI Kota Depok

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Andre AS.
    • visibility 148
    • 0Komentar

    DEPOK — Kegiatan hari ketiga rangkaian acara pada Rabu, 16 September 2026, diisi dengan sesi pembahasan mendalam mengenai dinamika penafsiran ilmiah (*at-Tafsir al-Ilmi*). Sesi ini mengulas pembelaan serta kritik akademik terhadap koridor penafsiran berbasis keilmuan kealaman dan sains. Acara diawali dengan sesi review dan pendalaman materi dari hari kedua pada pukul 08.00–08.30 WIB melalui diskusi […]

  • Meneguhkan Tauhid atas Rezeki: Dialektika Ikhtiar dan Keyakinan di Era Disrupsi

    Meneguhkan Tauhid atas Rezeki: Dialektika Ikhtiar dan Keyakinan di Era Disrupsi

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Rohmat Rospari
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Oleh: Rohmat Rospari PendahuluanDi tengah dinamika ekonomi global, persaingan dunia kerja yang kian kompetitif, serta tingginya volatilitas kehidupan modern, kecemasan finansial kerap menjadi beban psikologis tersendiri bagi masyarakat. Sebuah pertanyaan eksistensial yang kerap memicu ketegangan mental adalah: Apakah rezeki saya akan mencukupi masa depan? Ironisnya, di era di mana kemajuan teknologi dan akses informasi berada […]

  • KH. Ahmad Fakhruddin Murodih Syiar Islam Melalui Safari Subuh Keliling di Depok

    KH. Ahmad Fakhruddin Murodih Syiar Islam Melalui Safari Subuh Keliling di Depok

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Aas
    • visibility 103
    • 0Komentar

    DEPOK — Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, KH. Ahmad Fakhruddin Murodih, terus menggalakkan syiar Islam melalui program dakwah berkeliling pada waktu subuh. Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, beliau hadir mengisi kegiatan Subuh Keliling (Subling) yang diselenggarakan di Masjid Jami Arrahman, Tanah Baru, Depok. ​Dalam tausiyahnya, KH. Ahmad Fakhruddin menyampaikan kajian mendalam […]

  • MUI Kota Depok Terus Fasilitasi Layanan Pengislaman dan Bimbingan Mualaf

    MUI Kota Depok Terus Fasilitasi Layanan Pengislaman dan Bimbingan Mualaf

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Andre AS.
    • visibility 126
    • 0Komentar

      DEPOK,18 Agustus 2026 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok konsisten menjalankan salah satu peran utamanya dalam pelayanan keumatan (khidmatul ummah). Bertempat di Kantor MUI Kota Depok, Jalan Nusantara No. 5-7, lembaga keagamaan ini secara berkala memfasilitasi dan memandu prosesi ikrar dua kalimat syahadat bagi warga non-Muslim yang memilih memeluk agama Islam atas kesadaran […]

  • Ulama di Era Digital: Berdakwah Menembus Batas Ruang dan Waktu photo_camera 1

    Ulama di Era Digital: Berdakwah Menembus Batas Ruang dan Waktu

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle H. Ali Wartadinata
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk cara masyarakat memperoleh informasi keagamaan. Jika dahulu majelis taklim, masjid, dan mimbar menjadi ruang utama penyampaian dakwah, kini media sosial, website, podcast, hingga kanal video telah menjadi “mimbar baru” yang menjangkau jutaan orang tanpa dibatasi ruang dan waktu. Fenomena ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan […]

  • MUI Kecamatan Tapos Siap Gelar Sholat Istisqo Berjamaah pada 22 September 2026

    MUI Kecamatan Tapos Siap Gelar Sholat Istisqo Berjamaah pada 22 September 2026

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Andre AS.
    • visibility 212
    • 0Komentar

    DEPOK — Menindaklanjuti imbauan resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, pengurus MUI Kecamatan Taposy menyatakan kesiapannya untuk memimpin pelaksanaan Sholat Istisqo (sholat minta hujan). Keputusan ini dimatangkan dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor Kecamatan Tapos pada Rabu, 9 September 2026. Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh jajaran pejabat setempat dan tokoh agama, […]

expand_less