Breaking News
light_mode
Beranda » Artikel » Zuhud Modern: Memegang Dunia di Tangan, Bukan Menyimpannya di Hati

Zuhud Modern: Memegang Dunia di Tangan, Bukan Menyimpannya di Hati

  • account_circle Rohmat Rospari
  • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Rohmat Rospari


Pendahuluan
Di era kompetisi global dan kemajuan teknologi digital, standar kesuksesan kerap kali diukur secara kuantitatif: besarnya nominal pendapatan, kepemilikan aset mewah, hingga popularitas di media sosial. Tidak sedikit individu yang mencurahkan seluruh energi dan waktunya demi mengejar kemewahan finansial, namun pada akhirnya kehilangan ketenangan batin (inner peace).
Padahal, jauh sebelum era modern ini berkembang, Al-Qur’an telah meletakkan fondasi filosofis mengenai hakikat kehidupan materi:
“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan (la’ib), senda gurau (lahw), perhiasan, saling berbangga di antara kamu, serta berlomba-lomba dalam harta dan anak…” (QS. Al-Hadid: 20)
Pesan ilahi ini bukan merupakan bentuk penolakan terhadap dunia, melainkan sebuah peringatan agar manusia memiliki kesadaran eksistensial. Dunia hanyalah persinggahan sementara yang penuh ujian, sedangkan akhirat adalah tujuan akhir yang abadi.
Untuk menjaga keseimbangan tersebut, para ulama menekankan pentingnya menginternalisasi salah satu konsep spiritual utama dalam Islam: Zuhud.


Meredefinisi Mitos dan Hakikat Zuhud


Hingga saat ini, konsep zuhud masih sering disalahpahami secara reduktif. Ada anggapan bahwa menjadi sosok yang zuhud berarti harus memilih hidup miskin, mengenakan pakaian lusuh, meninggalkan aktivitas ekonomi, atau mengisolasi diri dari interaksi sosial demi fokus beribadah di masjid.
Pemahaman skeptis dan ekstrim ini diluruskan oleh para cendekiawan Muslim lintas zaman:

* Imam Ahmad bin Hanbal menegaskan bahwa zuhud bukanlah mengharamkan hal-hal yang halal atau membiarkan harta tersia-sia.
* Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam Madarij as-Salikin menjelaskan bahwa hakikat zuhud adalah meninggikan prioritas akhirat atas         dunia, serta menggantungkan harapan pada apa yang ada di sisi Allah melebihi apa yang ada di genggaman manusia.
* Imam an-Nawawi menambahkan bahwa zuhud bukanlah memutus hubungan dengan dunia secara total, melainkan tidak menjadikan         dunia sebagai orientasi utama kehidupan.
Dengan kata lain, zuhud adalah kondisi orientasi hati (state of mind & heart), bukan semata tampilan fisik atau status sosial-ekonomi.


Panduan Mengamalkan Zuhud di Era Modern


Bagaimana mengintegrasikan nilai zuhud di tengah kepungan arus materialisme saat ini? Para ulama membaginya ke dalam tiga pilar praktis:


1. Manajemen Ekspektasi (Kashr al-Amal)

Mengendalikan angan-angan panjang (tulul amal) terhadap dunia. Seorang Muslim tetap dituntut memiliki perencanaan strategis dan cita-cita besar, namun seluruh rencana tersebut wajib dibingkai dengan kesadaran akan keterbatasan usia dan kepasrahan pada takdir Allah SWT.


2. Sikap Ridha dan Konsistensi Ikhtiar


Menerima setiap hasil akhir dengan lapang dada setelah mengoptimalkan usaha (ikhtiar). Rasa ridha membentuk ketahanan mental (mental resilience), mencegah sifat iri hati, dan membebaskan seseorang dari jebakan menjadikan standar hidup orang lain sebagai tolok ukur kebahagiaan pribadi.


3. Etos Kerja Profesional dan Kemandirian Finansial


Inilah dimensi zuhud yang kerap terabaikan. Islam tidak pernah melarang umatnya menjadi kaya. Rekam jejak sejarah menunjukkan keteladanan Abdullah bin al-Mubarak—seorang ulama besar, ahli hadis, sekaligus pengusaha yang sangat sukses.
Beliau memilih tetap aktif berdagang dengan tiga tujuan strategis:
1. Menjaga Kehormatan Diri (Iffah): Mencegah ketergantungan finansial pada pihak lain, sesuai prinsip bahwa tangan di atas lebih          baik daripada tangan di bawah.
2. Kemandirian Dakwah: Kekuatan ekonomi memberikan keleluasaan dalam menyuarakan kebenaran tanpa intervensi kepentingan materi.
3. Filantropi Islam: Mengoptimalkan ibadah yang membutuhkan dukungan finansial, seperti haji, zakat, infak, sedekah, pembiayaan pendidikan, hingga pembangunan sarana publik dan bantuan kemanusiaan.


Implikasi Kekayaan dalam Konsep Zuhud

Bekerja keras dan mengejar ketahanan ekonomi bukanlah lawan dari zuhud. Sebaliknya, bekerja dengan niat ibadah, memperoleh rezeki halal, dan mendistribusikannya untuk kemaslahatan publik merupakan manifestasi tertinggi dari zuhud modern.
Seseorang yang memiliki mentalitas zuhud tetap dapat memiliki aset yang berkembang, usaha yang sukses, serta kehidupan yang mapan. Perbedaannya terletak pada kendali diri: harta berada di tangannya untuk dikelola, bukan menguasai hatinya hingga melahirkan kesombongan atau ketakutan akan kehilangan.
Kekayaan hakiki (al-ghina) bukanlah dihitung dari seberapa banyak aset yang ditumpuk, melainkan dari rasa cukup (qana’ah) yang bersemayam dalam jiwa.


Kesimpulan: Keseimbangan Antara Dunia dan Akhirat

Zuhud bukanlah seruan untuk mundur dari peradaban atau memilih kemiskinan. Zuhud adalah dorongan untuk hidup bersahaja, beretos kerja tinggi, dan menjadikan seluruh potensi duniawi sebagai sarana menuju kebahagiaan akhirat.

Orientasi integratif ini terangkum indah dalam doa yang diajarkan dalam Al-Qur’an:
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)
Ayat ini mempertegas bahwa Islam tidak memisahkan antara pencapaian dunia dan orientasi akhirat. Dunia adalah ladang menanam (mazra’atuh), dan akhirat adalah tempat memetik hasilnya. Itulah hakikat zuhud modern: dunia tidak ditinggalkan, melainkan ditempatkan secara proporsional.

  • Penulis: Rohmat Rospari
  • Editor: Aas

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MUI Kota Depok Resmikan In-House Training Sukmajaya: Dorong Dakwah Digital Hadapi Tantangan AI dan Dinamika Zaman

    MUI Kota Depok Resmikan In-House Training Sukmajaya: Dorong Dakwah Digital Hadapi Tantangan AI dan Dinamika Zaman

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Aas
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DEPOK — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok secara resmi membuka kegiatan In-House Training yang diselenggarakan oleh MUI Kecamatan Sukmajaya pada Selasa (16/6/2026). Mengusung tema “Dakwah Digital sebagai Ikhtiar Menjawab Tantangan Zaman,” pelatihan ini digelar untuk memperkuat kapasitas para pengurus dan dai lokal dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk dakwah Islam yang adaptif dan inklusif. Acara […]

  • Meneguhkan Tauhid atas Rezeki: Dialektika Ikhtiar dan Keyakinan di Era Disrupsi

    Meneguhkan Tauhid atas Rezeki: Dialektika Ikhtiar dan Keyakinan di Era Disrupsi

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Rohmat Rospari
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Oleh: Rohmat Rospari PendahuluanDi tengah dinamika ekonomi global, persaingan dunia kerja yang kian kompetitif, serta tingginya volatilitas kehidupan modern, kecemasan finansial kerap menjadi beban psikologis tersendiri bagi masyarakat. Sebuah pertanyaan eksistensial yang kerap memicu ketegangan mental adalah: Apakah rezeki saya akan mencukupi masa depan? Ironisnya, di era di mana kemajuan teknologi dan akses informasi berada […]

  • Khutbah Jumat: Bulan Safar, Berkah bagi yang Taat, Sial bagi yang Maksiat

    Khutbah Jumat: Bulan Safar, Berkah bagi yang Taat, Sial bagi yang Maksiat

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Oleh: KH A Muzaini Aziz, Lc., M.A, Sekretaris 2 MUI Kota Tangerang Khutbah I السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي شَرَعَ لَنَا دِيْنًا قَوِيْمًا، وَهَدَانَا إِلَيْهِ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا، وَوَعَدَ مَنْ لَزِمَ الصِّرَاطَ أَجْرًا جَزِيلاً وَتَوَابًا عَظِيمًا، وَتَوَعْدَ مَنْ حَادَ عَنْهُ بِأَنَّ لَهُ عَذَابًا أَلِيمًا. أَشْهَدُ أَنْ لا إلهَ إِلَّا اللهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ […]

  • Lebih dari Sekadar Mimbar: PINBAS MUI Kota Depok Siapkan ‘Depok Halal Festival 2027’ untuk Perkuat Ekonomi Umat photo_camera 3

    Lebih dari Sekadar Mimbar: PINBAS MUI Kota Depok Siapkan ‘Depok Halal Festival 2027’ untuk Perkuat Ekonomi Umat

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Adi Rakasiwi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    DEPOK — Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) MUI Kota Depok menginisiasi pergerakan baru dalam dakwah pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui rencana penyelenggaraan Depok Halal Festival 2027. Langkah ini diambil sebagai wujud nyata bahwa dakwah Islam tidak hanya bergerak di atas mimbar ceramah, tetapi juga menyentuh aspek kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan. Gagasan ini berawal dari kesuksesan […]

  • Halal Bazar MUI Menjadi Pondasi Depok Halal Festival 2027 photo_camera 1

    Halal Bazar MUI Menjadi Pondasi Depok Halal Festival 2027

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle JiAcep
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Berangkat dari Kesuksesan Bazar MUI, Siap Perkuat Ekosistem Ekonomi Umat di Depok DEPOK — Suksesnya penyelenggaraan Halal Bazar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok menjadi pemicu lahirnya gagasan besar bertajuk Depok Halal Festival 2027. Ajang ini diproyeksikan menjadi gerakan strategis dalam memperkuat struktur ekonomi umat melalui kolaborasi, promosi, dan pemantapan daya saing pelaku usaha produk […]

  • Jamaah Masjid Jami’ Mardhotillah Mampang Depok Gelar Doa Bersama untuk Indonesia, Palestina, dan Iran

    Jamaah Masjid Jami’ Mardhotillah Mampang Depok Gelar Doa Bersama untuk Indonesia, Palestina, dan Iran

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Aas
    • visibility 123
    • 0Komentar

      DEPOK – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Jami’ Mardhotillah, Mampang, Depok. Jamaah bersama jajaran Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) menggelar aksi doa bersama untuk keselamatan Bangsa Indonesia, serta terciptanya kedamaian bagi rakyat Palestina, Iran, dan seluruh umat manusia yang tengah menghadapi penindasan di berbagai belahan dunia. Masjid yg Sempat Viral karena pernah di […]

expand_less