MUI Depok Gelar Seminar Ketahanan Keluarga: Bentengi Generasi Muda di Era Digital dengan Al-Qur’an
- account_circle Aas
- calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
- visibility 81
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DEPOK – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok melalui Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga menggelar seminar edukatif bertajuk “Membentengi Keluarga di Era Digital dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an”. Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus MUI, tokoh masyarakat, pengurus majelis taklim, serta perwakilan organisasi perempuan dari 11 kecamatan se-Kota Depok.
Seminar ini digelar sebagai langkah konkret merespons tantangan era digital yang kian memengaruhi pola asuh anak dan ketahanan keluarga.
Rangkaian acara diawali dengan khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an (kalam ilahi) dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara pembukaan kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Dr. KH. I’ie Naseri Muhammad, MM selaku Ketua Bidang Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Kota Depok.
Memasuki sesi penyampaian materi, Wakil Ketua Umum MUI Kota Depok, Dr. K.H. Nur Wahidin, M.Ag., dalam paparan keynote speech-nya menekankan pentingnya menanamkan kesadaran muraqabah (rasa diawasi oleh Allah SWT) sebagai benteng utama anak saat berinteraksi dengan teknologi.
> “Muraqabah adalah CCTV terbaik bagi anak saat orang tua tidak ada di rumah. Di era digital ini, kita harus menghidupkan kembali budaya literasi Al-Qur’an di rumah tangga serta membiasakan sikap tabayyun dalam menyaring informasi,” ujar KH. Nur Wahidin.
>
Senada dengan hal tersebut, narasumber utama Prof. Dr. Hj. Romlah Widayati, M.Ag. memaparkan bahwa orang tua tidak bisa sepenuhnya memisahkan anak dari teknologi, melainkan harus mengendalikannya melalui teladan dan pendidikan berlandaskan ajaran Islam. Menurutnya, tiga pilar utama mendidik anak adalah:
* Menanamkan cinta kepada Rasulullah SAW,
* Meneladani keluarga Nabi, dan
* Membiasakan interaksi dengan Al-Qur’an.
Sementara itu, Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Kota Depok sekaligus Ibu Walikota Depok, Hj. Siti Barkah Hasanah, M.Ag., menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga ketahanan keluarga di Depok. Ia mendorong lima langkah strategis:
1. Penguatan dakwah keluarga.
2. Edukasi parenting Islami.
3. Optimalisasi peran perempuan.
4. Pembinaan remaja Qur’ani.
5. Kolaborasi antara masjid, sekolah, dan pemerintah.
> “Keluarga yang kuat di era digital bukanlah keluarga yang bebas dari teknologi, melainkan keluarga yang menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas dalam setiap keputusan,” pungkas Hj. Siti Barkah Hasanah.
>
Melalui agenda ini, MUI Kota Depok berharap para tokoh perempuan dan ustazah yang hadir dapat menjadi fasilitator di wilayahnya masing-masing demi mewujudkan generasi muda yang bijak berdigital dan berkarakter Qur’ani.
Penulis: Aas (H. Andre).
- Penulis: Aas
- Editor: Aas
- Sumber: https://www.youtube.com/live/vqtfBL62ZzA?si=RLGhnEsPMjAQiMhF

Saat ini belum ada komentar