Peran Ulama Memaknai Hari Kesaktian Pancasila, Menjaga Ideologi dan Merawat Kebhinekaan
- account_circle Andre AS.
- calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
- visibility 62
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DEPOK — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober selalu membawa makna yang mendalam bagi perjalanan bangsa Indonesia. Momen ini bukan sekadar mengenang lembaran sejarah kelam di masa lalu, melainkan sebuah refleksi penting untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh elemen bangsa terhadap ideologi negara.
Ketua Komisi Infokomdigi MUI Depok, Andre AS, mengungkapkan bahwa para ulama memiliki peran strategis dalam merawat dan memaknai nilai-nilai luhur Pancasila di tengah masyarakat.
Peran tersebut menjadi fondasi moral dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Berdasarkan refleksi kebangsaan, terdapat empat makna utama yang patut direnungkan dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila:
* Mengenang jasa besar dan pengorbanan para perwira tinggi militer serta pahlawan nasional yang gugur demi mempertahankan kedaulatan negara dari ancaman ideologi bertentangan.
* Membuktikan bahwa Pancasila terbukti sakti, kokoh, dan tetap tegak sebagai dasar negara serta pemersatu bangsa dari berbagai upaya rongrongan dan perpecahan.
* Menjadi pengingat bersama untuk senantiasa waspada terhadap potensi ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri, yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
* Mendorong masyarakat untuk konsisten mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari keadilan sosial, musyawarah, hingga semangat kebersamaan.
Pancasila pada hakikatnya adalah jiwa seluruh rakyat Indonesia yang memberikan kekuatan hidup sekaligus membimbing bangsa dalam mengejar kebahagiaan lahir dan batin.
Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila ini, sinergi antara ulama, umara, dan seluruh rakyat Indonesia diharapkan semakin kuat dalam mengawal nilai-nilai Pancasila. Tujuannya agar bangsa Indonesia senantiasa harmonis, berdaulat, dan maju di tengah dinamika global.
- Penulis: Andre AS.

Saat ini belum ada komentar