MUI Kecamatan Sukmajaya Gelar Inhouse Training Dakwah Digital: Tingkatkan Kapasitas Pengurus dan Kemandirian Lembaga
- account_circle Aas
- calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
- visibility 65
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DEPOK — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sukmajaya menggelar kegiatan Inhouse Training bertajuk “Dakwah Digital sebagai Ikhtiar Menjawab Tantangan Zaman”. Kegiatan yang bertepatan dengan libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah ini berlangsung khidmat di Kantor Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.
Dalam sambutannya, Ketua MUI Kecamatan Sukmajaya, KH. Abdul Qohar, menyampaikan bahwa kegiatan pembekalan ini diselenggarakan sebagai respon aktif atas dinamika era digital, sekaligus tindak lanjut dari arahan Komisi Infokomdigi MUI Kota Depok H. Andre Anjarkasih.
Optimalisasi Media Sosial dan Potensi Kemandirian
KH. Abdul Qohar mengungkapkan, era digital menuntut para ulama dan pengurus MUI untuk tidak gagap teknologi. Berbagai program serta syiar keagamaan yang diproduksi oleh MUI Kota Depok maupun MUI TV Depok dinilai perlu mendapat dukungan penuh dari seluruh jajaran pengurus hingga tingkat kecamatan.
“Selama ini program dakwah MUI Kota Depok sangat banyak dan berkualitas, namun interaksi seperti like, share, comment dan menonton konten-kontennyamasih perlu ditingkatkan. Melalui pelatihan ini, kita ingin seluruh pengurus paham media sosial, aktif merespon, dan turut menyebarkan konten-konten dakwah positif,” ujar KH. Abdul Qohar.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa penguasaan media sosial tidak hanya memperluas jangkauan dakwah (syiar), tetapi juga berpotensi membuka peluang kemandirian ekonomi bagi organisasi melalui monetisasi konten (cuan).
“Kita ingin MUI tidak hanya bergantung pada hibah, tetapi juga mampu mandiri secara finansial melalui inovasi dakwah digital. Di Sukmajaya sendiri sudah banyak potensi akademisi, aktivis, dan mubaligh yang aktif membuat konten bernilai edukatif. Ini modal besar untuk kita integrasikan dengan MUI TV Depok,” tambahnya.
Efisiensi dan Fokus Program
Mengenai lokasi pelaksanaan acara yang bertempat di Gedung Kecamatan Sukmajaya, KH. Abdul Qohar menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan demi efisiensi anggaran serta menjaga fokus para peserta dalam menyerap materi pelatihan.
“Pemilihan tempat di kantor kecamatan ini bertujuan agar kegiatan lebih efisien dan peserta bisa lebih fokus menyimak materi inhouse training. Bukan karena tidak ada anggaran, melainkan bentuk efisiensi dan tata kelola yang baik,” jelasnya yang ditutup dengan pantun jenaka.
Apresiasi dan Sinergi Stakeholder
Kegiatan Inhouse Training ini turut dihadiri dan mendapat apresiasi dari berbagai unsur, antara lain Ketua Umum MUI Kota Depok KH. Abah Syihabuddin Ahmad, jajaran Komisi Infokom MUI Kota Depok, Pengurus Harian MUI Depok, unsur Forkopimcap (Camat, Kapolsek, Danramil), serta perwakilan Pemerintah Kecamatan Sukmajaya.
Sinergi antara ulama, umara, dan elemen masyarakat ini diharapkan dapat membawa MUI Kecamatan Sukmajaya semakin adaptif, responsif, dan kontributif dalam mengarungi tantangan zaman di era digital.
Penulis: Aas
- Penulis: Aas
- Editor: Aas

Saat ini belum ada komentar