Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Terkini » Sarasehan Depok Kota Inklusif, Perkuat Kerukunan Umat Beragama dengan Melibatkan Generasi Muda

Sarasehan Depok Kota Inklusif, Perkuat Kerukunan Umat Beragama dengan Melibatkan Generasi Muda

  • account_circle KH. Jazim Khamidi-Team KAUB MUI Depok
  • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DEPOK — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok bersama Komisi Kerukunan Antarumat Beragama sukses menggelar acara Sarasehan Depok Kota Inklusif pada Rabu (14/10/2026) bertempat di Gedung Dakwah MUI Kota Depok.

Mengusung tema “Menguatkan Kerukunan Antarumat Beragama dalam Bingkai Kebersamaan Generasi Muda”, kegiatan ini dirancang sebagai wadah dialog strategis guna memperkuat toleransi, membangun kepercayaan, serta mendorong peran aktif generasi muda dalam merawat keberagaman.

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dengan hadirnya berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan lintas agama, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai kampus di Kota Depok, hingga perwakilan pengurus OSIS dari tingkat SMA dan MA.

Partisipasi aktif dari kalangan muda ini dinilai sangat krusial untuk menanamkan pemahaman lintas agama sejak dini, sehingga keberagaman dapat bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang solid.

Pandangan Pemerintah dan Tokoh Agama

Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, S.Kom., dalam sambutannya menekankan pentingnya membedakan antara konsep kerukunan dan toleransi yang saling berkaitan erat. Menurutnya, kerukunan adalah kondisi sosial yang harus diperjuangkan bersama, sementara toleransi merupakan sikap mental yang wajib ditumbuhkan dalam diri setiap individu. Ia berharap seluruh lapisan masyarakat Kota Depok mampu mengembangkan sikap saling menghormati dan menjaga hubungan baik demi mewujudkan kerukunan dalam tindakan nyata sehari-hari.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum MUI Kota Depok, Dr. KH. Nurwahidin, M.Ag., menegaskan bahwa perbedaan adalah sebuah keniscayaan sosial yang tidak boleh menjadi penghalang untuk bekerja sama. Ia menegaskan bahwa gagasan Depok sebagai kota inklusif harus diwujudkan secara nyata agar menjadi rumah yang aman serta nyaman bagi seluruh pemeluk agama.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, KH. Dudu Rahman, memaparkan sejumlah tantangan krusial dalam menjaga kerukunan umat beragama. Tantangan tersebut meliputi prasangka antarkelompok, penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, politisasi identitas, perselisihan lokal, hingga minimnya ruang perjumpaan lintas agama.

Sebagai langkah antisipatif, Kemenag Jawa Barat membentuk Satuan Tugas (Satgas) Literasi Agama dan Keagamaan untuk mengarusutamakan pemahaman moderat dan komitmen kebangsaan.

Lima Nilai Utama Kerukunan

Dalam pemaparannya, Ketua Bidang Kerukunan MUI Kota Depok, KH. Jazim Khamidi, menggarisbawahi lima nilai fundamental kerukunan yang merujuk pada keteladanan Nabi Muhammad saw.:

1. Rahmah (kasih sayang)
2. Karāmah Insāniyyah (penghormatan terhadap martabat manusia)
3. ‘Adalah (keadilan)
4. Wafā’ Bil-‘Ahd (menepati kesepakatan)
5. Itsar (mendahulukan kepentingan orang lain)

Nilai-nilai yang tercermin dalam Piagam Madinah ini membuktikan bahwa kerukunan melampaui batas hidup berdampingan semata, melainkan wujud kesediaan untuk saling menghormati dan menunjukkan kepedulian nyata.

Di sisi lain, Gus Romzi Ahmad turut menegaskan fungsi sosial agama sebagai perekat solidaritas, penguat identitas kolektif, pembentuk moralitas bersama, serta penjaga keteraturan sosial di tengah masyarakat.

Harapan ke Depan
Melalui penyelenggaraan sarasehan ini, para pemangku kepentingan berharap generasi muda tidak sekadar memahami esensi toleransi, melainkan turut terlibat langsung dalam membangun ruang dialog dan kolaborasi lintas agama.

Keterlibatan aktif pelajar, mahasiswa, dan pemuda diyakini sebagai modal utama untuk menjadikan Kota Depok sebagai kota inklusif yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, persatuan, dan perdamaian.

Pada akhirnya, merawat kerukunan bukanlah tugas eksklusif pemerintah atau tokoh agama semata, melainkan komitmen kolektif seluruh warga demi terciptanya keharmonisan dan keberadaban di Kota Depok.

  • Penulis: KH. Jazim Khamidi-Team KAUB MUI Depok
  • Editor: Andre AS.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 81 Tahun Indonesia Merdeka: Dari Perjuangan Ulama Menuju Masyarakat yang Diridai Allah SWT

    81 Tahun Indonesia Merdeka: Dari Perjuangan Ulama Menuju Masyarakat yang Diridai Allah SWT

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Ali Wartadinata
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah yang datang begitu saja. Ia merupakan buah dari perjuangan panjang yang dipenuhi pengorbanan jiwa, harta, dan tenaga seluruh elemen bangsa. Di antara para pejuang itu, ulama menempati posisi yang sangat penting. Mereka bukan hanya menjadi pemimpin spiritual, tetapi juga menjadi penggerak perlawanan, pendidik umat, penanam semangat kebangsaan, sekaligus penjaga moral masyarakat. […]

  • Zuhud Modern: Memegang Dunia di Tangan, Bukan Menyimpannya di Hati

    Zuhud Modern: Memegang Dunia di Tangan, Bukan Menyimpannya di Hati

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Rohmat Rospari
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Oleh: Rohmat Rospari PendahuluanDi era kompetisi global dan kemajuan teknologi digital, standar kesuksesan kerap kali diukur secara kuantitatif: besarnya nominal pendapatan, kepemilikan aset mewah, hingga popularitas di media sosial. Tidak sedikit individu yang mencurahkan seluruh energi dan waktunya demi mengejar kemewahan finansial, namun pada akhirnya kehilangan ketenangan batin (inner peace).Padahal, jauh sebelum era modern ini […]

  • Di Pengajian Al-Hikam, Wali Kota Depok Supian Suri Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah

    Di Pengajian Al-Hikam, Wali Kota Depok Supian Suri Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Rohmat Rospari
    • visibility 111
    • 0Komentar

    DEPOK — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan merata. Memanfaatkan momentum Bulan Muharram 1448 Hijriah, Wali Kota Depok Supian Suri menegaskan bahwa seluruh anak di Kota Depok harus mendapatkan hak dan akses pendidikan secara optimal tanpa terkendala biaya.Hal tersebut disampaikan Supian Suri saat menghadiri kegiatan Pengajian Kitab Al-Hikam […]

  • Warga Negara Prancis Mantap Ucapkan Dua Kalimat Syahadat di Kantor MUI Kota Depok

    Warga Negara Prancis Mantap Ucapkan Dua Kalimat Syahadat di Kantor MUI Kota Depok

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Andre AS.
    • visibility 137
    • 0Komentar

    DEPOK — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok kembali memfasilitasi prosesi pensyahadatan seorang warga negara asing yang ingin memeluk agama Islam secara sukarela. Prosesi sakral tersebut berlangsung di Kantor MUI Kota Depok pada Selasa, 1 September 2026. Seorang warga negara asal Prancis memutuskan untuk masuk Islam tanpa ada unsur paksaan dari pihak mana pun. Acara […]

  • Ribuan Warga Padati Lapangan Terbuka di Limo Gelar Shalat Istisqa Berjemaah

    Ribuan Warga Padati Lapangan Terbuka di Limo Gelar Shalat Istisqa Berjemaah

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Andre AS.
    • visibility 216
    • 0Komentar

    LIMO — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Limo bersama unsur pemerintah kecamatan, Kantor Urusan Agama (KUA), pondok pesantren, dan berbagai lembaga pendidikan sukses menyelenggarakan shalat Istisqa (shalat minta hujan) berjemaah, Kamis (17/9/2026). Kegiatan yang dihelat di lapangan terbuka wilayah Kecamatan Limo ini menarik antusiasme luar biasa dari masyarakat. Berdasarkan data panitia, lebih dari 1.000 jemaah memadati […]

  • Halal Bazar MUI Menjadi Pondasi Depok Halal Festival 2027 photo_camera 1

    Halal Bazar MUI Menjadi Pondasi Depok Halal Festival 2027

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle JiAcep
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Berangkat dari Kesuksesan Bazar MUI, Siap Perkuat Ekosistem Ekonomi Umat di Depok DEPOK — Suksesnya penyelenggaraan Halal Bazar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok menjadi pemicu lahirnya gagasan besar bertajuk Depok Halal Festival 2027. Ajang ini diproyeksikan menjadi gerakan strategis dalam memperkuat struktur ekonomi umat melalui kolaborasi, promosi, dan pemantapan daya saing pelaku usaha produk […]

expand_less