Menjaga Kedaulatan di Era Digital, Harapan Ulama di HUT ke-81 TNI untuk Benteng Pertahanan Bangsa
- account_circle Andre AS
- calendar_month Senin, 5 Okt 2026
- visibility 61
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DEPOK — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) membawa momentum refleksi yang mendalam bagi seluruh elemen bangsa. Di tengah era digital dan masifnya arus informasi di media sosial, para ulama dan tokoh agama menyampaikan pandangan serta harapan khusus agar TNI tetap kokoh menjadi pilar utama penjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua Komisi Informasi, Komunikasi, dan Digital (Infokomdigi) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, Andre Anjarkasih S., menilai bahwa perayaan HUT ke-81 TNI dengan tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini. Ruang siber dan media sosial kini telah menjadi medan juang baru yang menuntut adaptasi tinggi tanpa meninggalkan akar kemanunggalan dengan rakyat.Perang Informasi dan Tantangan Ruang Siber
Menurut Andre Anjarkasih S., lanskap pertahanan saat ini telah bergeser melampaui batas-batas teritorial fisik. Kehadiran media sosial kerap kali disalahgunakan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoaks, disinformasi, hingga narasi provokatif yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa dari dalam.
Oleh karena itu, para ulama berharap TNI tidak hanya tangguh dalam menjaga pertahanan fisik, tetapi juga semakin adaptif dalam menghadapi ancaman non-militer di ruang digital. Kecakapan literasi digital serta penguatan pertahanan siber menjadi kunci penting agar kedaulatan bangsa tetap terjaga dari rongrongan disinformasi.
Kemanunggalan TNI-Rakyat di Jagat Maya
Tradisi kedekatan antara TNI dan rakyat yang selama ini terjalin erat di lapangan harus ditransformasikan pula ke dalam ruang digital. Media sosial institusi pertahanan diharapkan mampu berfungsi secara optimal sebagai jembatan komunikasi yang humanis, edukatif, dan membangun optimisme publik.
Ulama memandang bahwa kepercayaan rakyat (public trust) adalah amunisi terbesar TNI. Dengan memanfaatkan platform digital secara bijak, TNI dapat terus merangkul generasi muda, memberikan edukasi wawasan kebangsaan, sekaligus menjadi penyejuk tatkala suhu informasi di linimasa memanas akibat polarisasi.
Menjaga Marwah dan Etika Digital Prajurit
Di era di mana setiap individu memegang gawai, batasan antara kehidupan pribadi dan profesional kerap menjadi kabur. Kalangan ulama mengingatkan pentingnya keteguhan moral, etika, serta kedisiplinan bagi setiap prajurit dalam menggunakan media sosial.
Prajurit TNI diharapkan senantiasa memegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, baik di medan tugas nyata maupun di dunia maya. Menjaga marwah institusi militer di era medsos berarti senantiasa menampilkan keteladanan, bijak dalam menyaring informasi sebelum membagikannya, serta konsisten menyuarakan semangat persatuan dan kesatuan nasional.
Melalui momentum HUT ke-81 ini, doa dan harapan luhur dipanjatkan agar TNI senantiasa diberi kekuatan dan keberkahan oleh Allah SWT. Dengan sinergi yang kuat bersama rakyat, baik di dunia nyata maupun di jagat digital, TNI diyakini akan terus berdiri tegak sebagai garda terdepan yang mengawal Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
- Penulis: Andre AS

Saat ini belum ada komentar