Menag Ajak Umat Islam Verifikasi Arah Kiblat Lewat Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, MUI Digital — Menteri Agama Republik Indonesia, KH Nasaruddin Umar, mengajak umat Islam di seluruh Indonesia memanfaatkan fenomena astronomi saat Matahari berada tepat di atas Ka’bah untuk melakukan pengecekan ulang arah kiblat. Momentum yang dikenal dalam ilmu falak sebagai Rashdul Qiblat ini menjadi bagian dari pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026.
Menurut Menteri Agama, ketepatan arah kiblat merupakan salah satu unsur penting dalam pelaksanaan ibadah salat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau memanfaatkan fenomena alam yang hanya terjadi dua kali dalam setahun tersebut sebagai sarana untuk memastikan kembali arah kiblat di masjid, musala, maupun rumah.
“Menghadap kiblat adalah bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat kita. Karena itu, Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026,” ujar Menag dalam keterangannya yang diterima MUI Digital di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Fenomena Rashdul Qiblat terjadi ketika posisi Matahari tepat berada di titik zenit Ka’bah. Pada saat itu, bayangan benda yang berdiri tegak lurus akan mengarah berlawanan dengan posisi Ka’bah, sehingga dapat dijadikan acuan ilmiah untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.
Pada tahun 2026, fenomena tersebut berlangsung pada Rabu dan Kamis, 15–16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB, 17.27 WITA, dan 18.27 WIT.
Masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda lurus yang dipasang tegak di tempat terbuka. Saat waktu yang telah ditentukan tiba, arah bayangan yang terbentuk dapat digunakan sebagai penunjuk arah kiblat. Garis dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Ka’bah.
“Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memverifikasi arah kiblat secara mudah, praktis, dan presisi,” kata Menag.
Melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, Kementerian Agama mengajak berbagai elemen masyarakat untuk berpartisipasi, mulai dari pengurus masjid dan musala, Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, pondok pesantren, perguruan tinggi, instansi pemerintah, perkantoran, hotel, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Untuk mengikuti kegiatan tersebut, peserta dapat mendaftarkan lokasi pengukuran melalui portal resmi Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Setelah membuat akun dan mengisi data lokasi, peserta dapat mengikuti proses verifikasi arah kiblat secara serentak sesuai jadwal fenomena Matahari berada tepat di atas Ka’bah. Portal tersebut juga menyediakan panduan teknis agar masyarakat dapat melakukan pengukuran secara mandiri maupun didampingi petugas Kementerian Agama.
Selain memastikan ketepatan arah kiblat, gerakan nasional ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya ilmu falak dalam pelayanan keagamaan. Pemerintah berharap kegiatan ini mampu meningkatkan literasi astronomi Islam sekaligus memperkuat akurasi arah kiblat di berbagai tempat ibadah maupun fasilitas publik.
“Mari bersama-sama menyukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari upaya kita menyempurnakan kualitas ibadah kepada Allah SWT,” pungkas Menteri Agama.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar